Monday, 29 December 2014

Kromosom, DNA dan strukturnya

Kromosom, gen,DNA, sinthesis
protein  dan regulasi 
Oleh:
Fatchiyah dan Estri Laras Arumingtyas
Laboratorium Biologi Molekuler dan Seluler
Universitas Brawijaya
Malang 2006
2.1.Pendahuluan
Era penemuan materi genetik telah dibuka oleh F Miescher dengan menggunakan mikroskop sederhana, dia telah menetapkan bahwa bahan aktif yang ada di dalam nukleus disebut sebagai nuclein. Peneliti ini belum bisa menetapkan apakah nucleinini kromosom ataukah DNA. Kromosom ditemukan pada awal abad ke 19 merupakan struktur seperti benang pada nukleus sel eukariot yang nampak pada saat sel mulai membelah. Kromosom berjumlah diploid pada setiap selnya, dan pada autosomal maupun seks-kromosom membawa gen-gen yang berpasangan, kecuali pada kromosom-Y.  gene dan struktur heliks
DNA.
Gena adalah unit heriditas suatu organisme hidup. Gen ini dikode dalam material genetik organisme, yang kita kenal sebagai molekul DNA, atau RNA pada beberapa virus, dan ekspresinya dipengaruhi oleh lingkungan internal atau eksternal seperti perkembangan fisik atau perilaku dari organisme itu. Gena tersusun atas daerah urutan basa nukleotida baik yang mengkode suatu informasi genetik (coding-gene region as exon) dan juga daerah yang tidak mengkode informasi genetik (non-coding-gene region as intron), hal ini penting untuk pembentukan suatu protein yang fungsinya diperlukan di tingkat sel, jaringan, organ atau organisme secara keseluruhan. Molekul DNA membawa informasi hereditas dari sel dan komponen protein (molekul-molekul histon) dari kromosom mempunyai fungsi penting dalam pengemasan dan pengontrolan molekul DNA yang sangat panjang sehingga dapat muat didalam nucleus dan mudah diakses ketika dibutuhkan. Selama reproduksi, Jumlah kromosom yang haploid dan material genetik DNA hanya separoh dari masing-masing parental, dan disebut sebgai genom. 

2.2 Struktur DNA
Pada tahun 1953, James Watson and Francis Crick telah membuka wawasan baru tentang penemuan model struktur DNA. Publikasi dari model double heliks DNA ini disusun berdasarkan penemuan:
  1. Penemuan struktur asam nukleat dari Pauling & Corey
  2. Pola difraksi DNA (Single-crystal X-ray analysis) dari Wilkins  Franklin
  3. Pola perbandingan jumlah A-T, G-C (1:1) dari Chargaff atau dikenal sebagai Hukum Ekivalen Chargaff:· 
  • Jumlah purin sama dengan pirimidin 
  • Banyaknya adenin sama dengan timin, juga jumlah glisin sama dengan sitosin.
DNA terbentuk dari empat tipe nukleotida, yang berikatan secara kovalen membentuk rantai polinukleotida (rantai DNA atau benang DNA) dengan tulang punggung gula-fosfat tempat melekatnya basa-basa. Dua rantai polinukleotida saling berikatan melalui ikatan hydrogen antara basabasa nitrogen dari rantai yang berbeda. Semua basa berada di dalam double helix dan tulangpunggung gula-fosfat berada di bagian luar. Purin selalu berpasangan dengan pirimidin (A-T, G-C). Perpasangan secara komplemen tersebut memungkinkan pasangan basa dikemas dengan susunan yang paling sesuai. Hal ini bisa terjadi bila kedua rantai polinukleotida tersusun secara antiparalel.

Gambar2. Struktur basa pirimidine (Cytosine, Thimine, Urasil), purine (Adenine, Guanine), Gula pentosa, ribonucleic acid, dan deoxyribonucleic acid. 

Gambar 3. Pembentukan secara skematik struktur dsDNA dari gula fosfat sebagai ‘backbone‛ dan basa nukleotida (A). Dua ikatan hidrogen dari AT dan 3 ikatan hidrogen untuk GC (B). 

Untuk memaksimumkan pengemasan pasangan basa tersebut, kedua tulangpunggung gula-fosfat tersebut berpilin membentuk double heliks, dengan satu putaran komplementer setiap 10 pasang basa. Polaritas dari rantai DNA ditunjukkan dengan sebutan ujung 5‛ dan ujung 3‛. Arah pembacaan basa nukleotida dari ujung-5‛ menuju ujung-3‛. 

Gambar 4. Bentuk skematik
double-helix DNA
Jarak antara nukleotida satu dengan berkutnya adalah 3.4 nm. Ujung 3‛ membawa gugus –OH bebas pada posisi 3‛ dari cincin gula, dan ujung 5‛ membawa gugus fosfat bebas pada posisi 5‛ dari cincin gula. DNA dobel heliks dapat dikopi secara persis karena masing-masing untai mengandung sekuen nukleotida yang persis berkomplemen dengan sekuen untai pasangannya. Masing-masing untai dapat berperan sebagai cetakan untuk sintesis dari untai vkomplemen baru yang identik dengan pasangan awalnya.

2.3 Sintesis Protein
Proses sintesis protein terbagi atas transkripsi dan translasi. Seperti kita ketahui DNA sebagai media untuk proses transkripsi suatu gen berada di kromosom dan terikat oleh protein histon. Saat menjelang proses transkripsi berjalan, biasanya didahului signal dari luar akan kebutuhan suatu protein atau molekul lain yang dibutuhkan untuk proses pertumbuhan, perkembangan, metabolisme, dan fungsi lain di tingkat sel maupun jaringan. Kemudian RNA polymerase II akan mendatangi daerah regulator elementdari gen  ditranskripsi. Kemudian RNA polymerase ini akan menempel (binding) di daerah promoter spesifik dari gene yang akan disintesis proteinnya, daerah promoter ini merupakan daerah consesus sequences, pada urutan -10 dan -35
dari titik inisiasi (+1) yang mengandung urutan TATA-Box sebagai basal promoter. Setelah itu, polimerase ini akan membuka titik inisiasi (kodon ATG) dari gene tersebut dan mengkopi semua informasi secara utuh baik daerah exon maupun intron, dalam bentuk molekul immaturemRNA(messengerRNA). Kemudian immature mRNA ini diolah pada proses splicing dengan menggunakan smallnuclearRNA (snRNA) complex yang akan memotong hanya daerah intron, dan semua exon akan disambungkan menjadi satu urutan gen utuh tanpa non-coding area dan disebut sebagai mature mRNA. Pada tahap berikutnya, mRNA ini diproses lebih lanjut pada proses translasi di dalam ribosom, dalam tiga tahapan pokok yaitu inisiasi sebagai mengawali sintesis polipeptida dari kodon AUG yang ditranslasi sebagai asam amino methionine. Proses ini berlangsung dengan bantuan initiation factor (IF-1, IF-2 dan IF3) dan enzim tRNA-methioninesynthethase (pada bakteri diawali oleh formylmethionine) sehingga tRNA dan asam amino methionine membentuk ikatan cognate dan bergerak ke ribosom tempat sintesis protein berlangsung. Langkah selanjutnya adalah elongasi atau pemanjangan polpeptida sesuai denga urutan kodon yang dibawa oleh mRNA. 


Gambar5. Proses splicing dari pematangan mRNA.

Pada proses elongasi ini diperlukan elongation factor complex. Seperti juga proses inisiasi enzim tRNA-amino acid synthethase berperan dalam pembentukan cognate antara tRNA dan asam amino lainya dari sitoplasma yang sesuai dengan urutan kodon mRNA tersebut. Proses elongasi akan berhenti sampai kodon terminasi dan poly-adenyl (poly-A), dan diakhiri sebagai proses terminasi yang dilakukan oleh rho-protein. Polipeptida akan diproses sebagai molekul protein yang fungsional setelah melalui proses posttranslation di retikulum endoplasmik (RE) hingga tingkat jaringan. 
2.4 Regulasi gen
Sebelum penemuan DNA, telah diketahui bahwa gen adalah unit fisik dan fungsional dari hereditas yang mengandung informasi untuk sintesis protein. Jadi gen mengandung informasi hereditas. Gen-gen membawa informasi yang harus dikopi secara akurat untuk ditransmisikan kepada generasi berikutnya. Sekarang pertanyaannya adalah bagaimana suatu informasi dapat diformulasikan dalam bentuk molekul kimia? Bagaimana molekul tersebut dapat dikopi secara akurat? Pada tahun 1940-an, peneliti menemukan bahwa informasi genetik terutama terdiri dari instruksi untuk membentuk protein. Protein adalah molekul makro yang berperan dalam hampir semua fungsi sel yaitu: sebagai bahan pembangun struktur sel dan membentuk enzim-enzim yang mengkatalisis reaksi-reaksi kimia di dalam sel; meregulasi ekspresi gen, memungkinkan sel untuk bergerak dan berkomunikasi antar sel. Jadi fungsi paling penting dari DNA adalah membawa gen yang mengandung informasi yang menentukan jenis protein yang harus disintesis, kapan, dalam tipe sel yang mana, dan seberapa banyak jumlah protein yang harus disintesis. Dengan semakin berkembangnya pengetahuan molekuler maka definisi dari gen adalah :
  • • Keseluruhan sekuen asam nukleat yang dapat ditranskrip menjadi RNA fungsional dan protein, pada waktu dan tempat yang tepat selama pertumbuhan dan perkembangan oraganisma.
  • • Komposisi gen adalah: daerah pengkode (exon and intron) yang mengkode RNA atau protein + sekuen-sekuen pengaturan (Regulatory sequences: termasuk. promoter yang menginisiasi terjadinya transkripsi, enhancer/silencer yang menentukan tinggi rendahnya aktivitas transkripsi, polyadenylation site, splicing sites serta signal terminasi transkripsi).

• Produk gen :
­ RNA yang kemudian ditranslasi menjadi protein Hanya RNA seperti rRNA, tRNA, snRNA, snoRNA dan miRNA 
• Satu gen mempunyai potensi menghasilkan banyak produk karena
adanya : promoter-promoter yang berbeda, alternative splicing

Gambar 7. Daerah regulasi gen, exon, intron, dan signal akhir proses Transkripsi dari gen prokariota dan eukaryota.

SUARA JANTUNG, PERUBAHAN TEKANAN DAN VOLUME JANTUNG, DINAMIKA ZAT ALIR DAN SARAH


A.LATAR BELAKANG
Jantung merupakan organ berongga yang berfungsi memompa darah ke seluruh bagian tubuh. Dalam tubuh manusia, jantung terletak sebelah kiri sedikit dari tengah dada, dan di belakang tulang dada (sternum). Ia diselaputi oleh kantung yang dikenali sebagai perikardium dan dikelilingi oleh peparu. Secara umum, jantung orang dewasa mempunyai berat sekitar 300-350 g. Ia terdiri dari empat ruang, dua atrium di atas dan dua ventrikel di bawah. Dinding otot yang tebal (septum) membagi atrium dan ventrikel kanan dari atrium dan ventrikel kiri. Ia mencegah terjadinya percampuran darah beroksigen dan darah yang terdeoksigenasi.
Jantung meruakan organ yang sangat penting bagi tubuh manusia, mengingat fungsi utamanya sebagai alat pemompa darah di dalam tubuh. Ada berbagai factor yang dapat menunjang optimalisasi kerja jantung dalam system peredaran. Untuk memahami kerja jantung, selain memahami struktur jantung, sangat penting untuk memahami proses-proses fisiologi yang terjadi selama jantung melaksanakan tugasnya. Karena itulah, kami menyususn makalah ini yang berjudul “suara jantung, perubahan tekanan dan volume jantung, dinamika zat alir dan sarah” untuk memperdalam pemahaman tentang proses fisiologis pada jantung.
B.TUJUAN
  Untuk mengetahui terjadinya suara pada jantung, perubahan tekanan dan volume jantung, serta dinamika zat alir dan sarah.
C.MANFAAT
  Mahasiswa dapat memahami terjadinya suara pada jantung, perubahan tekanan dan volume jantung, serta dinamika zat alir dan sarah.
BAB II
PEMBAHASAN

A.SUARA JANTUNG
Suara jantung adalah suara yang dikeluarkan oleh jantung dan akibat aliran darah melalui jantung. Dokter biasanya menggunakan stetoskop ketika memerika pasien untuk mendengarkan suara jantung, yang memberikan informasi penting tentang kondisi jantung. Stetoskop tidak memperkeras suara, tetapi hanya merupakan alat penghantar suara. Dengan stetoskop, dapat terdengar bunyi jantung normal, yang biasanya dideskripsikan sebagai “lub, dub, lub, dub.” Bunyi “lub” dikaitkan dengan penutupan katup atrioventrikulat (mitral dan trikuspid) pada permulaan sistol, dan bunyi “dub” dikaitkan dengan penutupan katup semilunar (aorta dan pulmonalis) pada akhir sistol. Bunyi “lub” disebut suara jantung pertama (S1) dan bunyi “dub” disebut suara jantung kedua (S2), karena siklus normal jantung dianggap dimulai pada permulaan sistol ketika katup atrioventrikular menutup.
Bila hanya digunakan stetoskop saja, terdengarlah hanya 2 macam suara, yaitu suara pertama dan suara kedua.Tapi bila digunakan alat pengeras suara (amplifier) maka ada 4 macam suara yang dapat didengar, yaitu suara pertama (S1) , suara kedua (S2), suara ketiga (S3), dan suara keempat (S4).
1.Suara Pertama (S1)
Suara pertama ada hubungannya dengan permulaan sistol bilik jantung, dan disebabkan karena:
1.Penutupan kelep yang memisahkan serambi dengan bilik jantung
2.Pembukaan katup semilunar (semilunar valve) aorta dan katup semilunar paru-paru
3.Getaran bilik jantung
4.Getaran pembuluh darah, karena pancaran darah dari bilik jantung
Penyebab bunyi jantung ialah getaran pada katup yang tegang segera setelah penutupan bersama dengan getaran darah yang berdekatan, dinding jantung, dan pembuluh-pembuluh utama sekitar jantung. Jadi, dalam mencetuskan bunyi jantung pertama, kontraksi ventrikel menyebabkan aliran balik darah secara tiba-tiba yang mengenai katup A-V (katup mitral dan katup trikuspidalis), sehingga katup ini mencembung kea rah atrium sampai korda tendinae secara tiba-tiba menghentikan pencembungan ini. Elastisitas katup yang tegang kemudian akan mendorong darah kembali ke ventrikel-ventrikel yang bersangkutan. Peristiwa ini menyebabkan darah dan dinding ventrikel serta katup yang tegang bergetar dan terjadi turbulensi getaran dalam darah. Getaran kemudian merambat melalui jaringan didekatnya ke dinding dada, sehingga dapat terdengar sebagai bunyi melalui stetoskop.
2.Suara kedua (S2)
  Suara jantung kedua terjadi pada akhir sistol, dan disebabkan karena:
1.Penutupan katup semilunar aorta dan katup semilunar paru-paru
2.Pembukaan katup yang memisahkan serambi dengan bilik jantung
3.Getaran pembuluh darah besar dan bilik jantung
Bunyi jantung kedua ditimbulkan oleh penutupan katup semilunaris yang berlangsung tiba-tiba. Ketika katup semilunaris menutup, katup ini menonjol kearah ventrikel dan regang elastis katup akan melentingkan darah kembali ke arteri, yang menyebabkan pantulan yang membolak-balikkan darah antara dinding arteri dan katup semilunaris serta antara katup dan dinding ventrikel. Getaran yang terjadi di dinding arteri kemudian dihantarkan disepanjang arteri. Bila getaran dari pembuluh atau ventrikel mengenai “dinding suara” misalnya dinding dada, getaran ini menimbulkan suara yang dapat didengar melalui stetoskop.
Bunyi jantung kedua secara normal memiliki frekuensi lebih tinggi daripada bunyi jantung pertama, karena:
1.Ketegangan katup semilunaris jauh lebih besar daripada katup Atrioventikular.
2.Koefisien elastis arteri lebih besar sehingga ruang-ruang utama jantung bergetar selama bunyi kedua bila dibandingkan dengan dinding ventrikel yang jauh lebin longgar saat menimbulkan system getaran pada bunyi jantung pertama.
3.Suara Ketiga (S3)
Suara ketiga pada umumnya tidak dapat didengar dengan menggunakan stetoskop. Bunyi jantung ketiga ini lemah dan bergemurun pada awal 1/3 bagian tengah diastole. Bunyi ini timbul karena adanya ketegangan korda tendinae dan mengembangnya ventrikel pada fase pengisian. Kecepatan pengisian ventrikel dan besarnya amplitude dari getaran dinding ventrikel mempengaruhi bunyi yang terderngar. Bunyi jantung ketiga sisi kiri dapat didengar pada apeks jantung dengan posisi pasien berbaring miring ke kiri. Sebaliknya, bunyi jantung ketiga sisi kanan dapat didengar pada batas bawah sterna kiri.
4.Suara keempat (S4)
Bunyi jantung keempat (bunyi atrium) pada beberapa orang dapat terekam di fonokardiogram, tetapi dengan menggunakan stetoskop hamper tidak dapat terdengar karena frekuensinya yang rendah, biasanya 20 siklus/detik atau kurang. Bunyi ini timbul pada akhir fase diastolic dan bersamaan dengan kontraksi atrium (atrial kick). Penyebab timbulnya bunyi ini karena atrium kiri maupun atrium kanan mengalami kekakuan ventrikel. Dengan demikian, adanya bunyi jantung keempat merupakan tanda ada kelainan jantung yaitu berkurangnya daya regang ventrikel sebagai akibat hipertrofi ventrikel ataupun iskemia miokard.




B.PERUBAHAN TEKANAN DAN VOLUME JANTUNG
Aktivitas jantung sesungguhnya merupakan suatu aktivitas yang tetap, tetapi berulang-ulang, dan merupakan suatu daur yang dikenal dengan nama daur jantung (cardiac cycle). Daur jantung dimulai dengan kontraksi kedua serambi secara serentak. Hal ini dapat dilihat dari warna serambi menjadi pucat dan juga dari ukuran serambi yang menjadi kecil. Setelah beberapa saat, bilik berkontraksi yang menyebabkan aorta dan pembuluh nadi paru terisi darah, kemudian mengalami kontraksi lagi. Keadaan demikian berlangsung terus-menerus.
Pada daur jantung, otot jantung berkontraksi (sistol) dan berelaksasi (diastole) dalam suatu siklus yang berirama. Bagi seorang manusia dewasa dalam keadaan istirahat dengan denyut nadi sekitar 75 denyut per menit, satu siklus jantung sempurna memerlukan waktu sekitar 0,8 detik. Selama fase relaksasi (atrium dan ventrikel dalam keadaan diastol) yang berlangsung sekitar 0,4 detik, darah yang kembali dari vena besar mengalir ke dalam atrium dan ventrikel. Dalam waktu singkat (sekitar 0,1 detik) sistol atrium kemudian memaksa semua darah yang masih tersisa keluar dari atrium ke dalam ventrikel. Selama 0,3 detik sisa siklus jantung itu, sistol ventrikel akan memompa darah ke dalam arteri besar (Campbell, et al. 2004)
Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas  mengenai perubahan tekanan dan volume darah dalam jantung, perlu diketahui beberapa azas fisika mengenai tekanan dan volume. Tekanan di dalam suatu ruang tergantung dari perbandingan antara besarnya ruang dengan volume cairan yang mengalir ke dalam ruangan itu. Bila tidak ada cairan yang masuk ke dalam ruang, tekanan tidak akan timbul. Bila lebih banyak cairan yang masuk ke dalam ruang dibandingkan dengan kapasitas ruang, tekanan yang timbul akan lebih besar. Bila dinding ruang tidak elastis, penambahan cairan yang masuk ke dalam ruang dalam jumlah sedikit saja akan menimbulkan  peningkatan tekanan. Tetapi bila dinding ruang itu elastis, penambahan cairan ke dalam ruang dalam jumlah besar akan mengakibatkan bertambah besarnya ruang dan hanya menimbulkan peningkatan tekanan yang tidak besar. Pada umumnya, serambi jantung berdinding tipis dan sangat elastis. Keadaan yang demikian itu hanya menimbulkan perubahan tekanan yang sedikit saja, meskipun volume darah yang masuk ke serambi adalah cukup besar. Kurva perubahan tekanan dan volume yang terjadi pada setiap daur jantung dapat dilihat pada gambar berikut:
:
1.Tekanan Serambi Jantung
Selama diastole, banyak darah yang mengalir masuk ke serambi kiri dari paru-paru. Hal ini mengakibatkan tekanan serambi kiri terus meningkat. Sebetulnya keadaan yang sama telah terjadi di serambi kanan, tetapi dalam pembahasan perubahan tekanan dan volume darah jantung, hanya akan ditekanan pada belahan jantung kiri saja.
Sebelum sistol bilik kiri dimulai, tekanan di serambi kiri segera meningkat. Meningkatnya tekanan serambi kiri ini disebabkan karena otot padanya sedang dalam keadaan berkontraksi. Kontraksi yang kuat dari dinding bilik kiri menimbulkan tekanan di dalamnya sangat meningkat. Sebelum sistol bilik  kiri dimulai, darah mengalir dari serambi kiri ke bilik kiri, karena tekanan di serambi kiri sedikit lebih besar dibandingkan dengan tekanan di bilik kiri.
Segera setelah sistol bilik kiri dimulai, tekanan di bilik kiri melebihi tekanan di serambi kiri, sehingga darah mulai mengalir kembali ke serambi kiri. Tetapi aliran yang kembali itu menyebabkan tertutupnya katup dua kelopak (vulvula bicuspidalis). Sebelum katup ini menutup, ada sejumlah darah yang mengalir kembali ke serambi kiri. Hal ini sedikit meningkatkan tekanan serambi kiri. Setelah katup tertutup, tekanan bilik kiri yang besar ini menyebabkan katup agak menonjol ke arah  serambi kiri. Ini menyebabkan meningkatnya tekanan serambi kiri.
Selanjutnya terjadilah penurunan besarnya tekanan serambi kiri. Keadaan ini terjadi setelah katup dua kelopak aorta membuka. Menurunnya tekanan serambi kiri diantaranya disebabkan karena adanya pembesaran ruang serambi, sebagai akibat otot yang memisahkan serambi kiri dan bilik kiri tertarik ke bawah pada waktu otot bilik kiri berelaksasi. Setelah tekanan serambi kiri menurun selama beberapa saat, terjadilah peningkatan tekanan sampai katup dua kelopak membuka. Darah sekarang mengalir cepat ke bilik  kiri dan mengakibatkan tekanan di serambi kiri menurun lagi dan selanjutnya daur ini dimulai lagi.
2.Tekanan Bilik Jantung Kiri
Tekanan di bilik kiri sedikit lebih kecil dibandingkan dengan tekanan di serambi kiri selama sistol serambi kiri. Jadi darah mengalir dari serambi kiri ke bilik kiri. Selama sistol serambi kiri, tekanan di serambi kiri dan bilik kiri meningkat beberapa mmHg.
Ketika sistol pada bilik kiri dimulai, baik katup dua kelopak maupun katup semilunar aorta keduanya tertutup, sehingga bilik kiri merupakan ruang tertutup. Dengan demikian, kontraksi yang kuat dari otot bilik kiri menyebabkan tekanan bertambah dengan cepat yaitu dari 10 mmHg sampai 80 mmHg dalam waktu ± 0 – 0.5 detik.
Sistol segera diikuti oleh periode kontraksi isometric. Pada periode ini volume darah yang ada dalam bilik kiri tetap, periode ini disebut juga periode kontraksi isovolumetrik.
Ketika tekanan bilik kiri melebihi tekanan aorta maka dari itu katup semilunar aorta membuka dan darah dengan cepat memancar ke aorta. Bilik kiri terus berkontraksi dan pada saat ini terjadilah pemendekan dari serabut otot. Meskipun darah memancar keluar, tekanan dalam bilik terus naik sampai mencapai maksimal. Periode ini disebut periode pancaran cepat.
Karena banyaknya darah yang mengalir ke luar bilik kiri menuju aorta, volume darah dalam bilik kiri berkurang dan akibatnya tekanan padanya juga menurun. Penurunan tekanan  ini mengakibatkan volume darah yang dipancarkan oleh bilik kiri menuju aorta juga berkurang. Periode ini disebut periode pancaran berkurang, yang terjadi segera setelah periode pancaran cepat.
Ketika sistol bilik kiri berhenti, maka segera diikuti oleh periode protodiastolik. Pada periode ini, tekanan bilik menurun lebih cepat daripada tekanan aorta, sehingga kedua kurva tekanan saling memotong. Pada titik perpotongan ini katup semilunar aorta menutup. Setelah periode protodiastolik, bilik jantung  untuk kedua kalinya merupakan ruang tertutup. Dalam hal ini, otot dalam keadaan kendor sehingga disebut periode pengendoran isometric atau disebut juga periode isovolumetrik.
Tekanan dalam bilik kiri terus menurun sampai sedikit lebih rendah dari tekanan di serambi kiri. Pada perpotongan kedua kurva tekanan yang terjadi pada garis setelah 400 msec (lihat gambar 2), katup mitral (bicuspidalis)  membuka. Dengan membukanya katup ini, darah banyak yang mengalir masuk ke bilik kiri. Paeriode ini disebut periode pemasukan cepat. Segera diikuti oleh periode terakhir dari daur jantung dan disebut periode diastis.
3.Tekanan Aorta
Selama diastol bilik kiri, tekanan dalam aorta menurun. Hal ini disebabkan karena darah dialirkan dari aorta ke bagian-bagian lain dari pembuluh nadi dan tak ada darah yang dipancarkan oleh jantung kea rah aorta. Tekanan aorta dapat menurun sampai 80 mmHg dan pada saat itu tekanan di bilik kiri menjadi lebih besar daripada tekanan di aorta dan akibatnya katup semilunar aorta akan membuka.
Selama periode pancaran cepat, tekanan aorta meningkat dan selama periode pancaran berkurang tekanan aorta menurun. Bila otot bilik jantung dalam keadaan relaksasi, yaitu selama diastole, sebagian darah yang ada dalam aorta mengalir kembali ke bilik. Katup semilunar aorta yang berada dalam keadaan tertutup, menahan aliran itu kembali ke bilik. Hal ini menyebabkan darah dipantulkan kembali, dan terjadilah takik (incisura) atau dicrotic notch. Setelah terjadinya takik, tekanan aorta menurun. Karena adanya tahanan tepi oleh pembuluh nadi ranting, maka tekanan aorta tidak akan menurun sampai dibawah 80 mmHg.
4.Volume Bilik Jantung
Sebelum sistol bilik jantung dimulai, katup kelopak dua terbuka, sehingga darah dengan bebas mengalir dari serambi kiri ke bilik kiri. Selama sistol serambi kiri, bilik kiri mencapai volume maksimum. Bila katup kelopak dua tertutup, volume bilik jantung tidak dapat berubah, selama bilik kiri merupakan ruang tertutup. Ketika katup semilunar aorta membuka, mengakibatkan banyak darah dipancarkan ke aorta (periode pancaran cepat). Selama periode ini, volume bilik kiri juga menurun dengan cepat.
Pada umumnya, tidak semua darah dipancarkan dari bilik kiri ke aorta, tetapi ada sebagian yang masih tertinggal di dalam bilik. Setelah katup semilunar aorta tertutup, tak ada perubahan volume yang terjadi, sampai katup dua kelopak terbuka. Hal ini menyebabkan terjadinya aliran darah yang cepat masuk ke bilik kiri dari serambi kiri. Aliran ini menurun sampai terjadi sistol seram,bi kiri.
C.DINAMIKA ZAT ALIR DAN SARAH
Jumlah darah yang mengalir melalui jaringan merupakan faktor penting untuk penyediaan zat makanan dan pembuangan zat ampas. Faktor fisika yang mempengaruhi aliran darah ini sama dengan faktor fisika  yang mempengaruhi aliran cairan yang mengalir sepanjang pipa. Maka dari itu, untuk mengetahui lebih dalam mengenai sistem peredaran, perlu diketahui mengenai asas dinamika zat alir (fluid).
Poiseuille seorang dokter bangsa Prancis mula-mula ingin mengetahui antara gaya dorong jantung dengan jumlah darah yang beredar. Ia mengadakan percobaan dengan mengalirkan cairan melalui pipa gelas. Ia berhasil meletakkan dasar “Science of Rheology” (studi mengenai aliran dari suatu cairan). Ternyata penerapan berbagai hokum fisika terhadap berbagai mahluk hidup sangat rumit, karena:
1.Darah tidak bersifat air, tetapi merupakan cairan yang heterogen dan kompleks dan bersifat agak kental.
2.Pembuluh darah tidak merupakan pipa yang kaku, tetapi bersifat kenyal. Ukuran pembuluh darah tergantung dari tekanan darah dan kontraksi otot polos yang melingkari pembuluh darah.
3.Aliran darah tidak tunak (steady) tetapi pulsatile.

1.Tekanan Cairan
Pascal, seorang ahli matematika dan filsafat bangsa perancis berhasil menciptakan beberapa hokum cairan dalam keadaan diam (static). Ia mengemukakan betapa pentingnya tekanan cairan yang ditimbulkan suatu cairan. Beberapa hokum ini adalah sebagai berikut:
1.Tekanan cairan sama besar ke semua arah
2.Tekanan cairan pada tempat yang terletak pada bidang mendatar sama besar
3.Tekanan cairan akan meningkat pada tempat yang lebih dalam.
2.Faktor yang mempengaruhi aliran
Aliran caieran di dalam pipa tergantung pada tekanan tahanan. Dalam bahasa matematika, hubungan ini dapat dituliskan sebagai berikut: F = P/ R. F adalah aliran, dalam liter/menit atau ml/menit. P adalah perbedaan tekanan, dalam mmHg atau dyne/cm2. R adalah tahanan, dalam satuan tekanan dibagi oleh satuan aliran. Jadi, kalau P dalam mmHg, sedangkan aliran dalam ml/menit, maka satuan tahanannya adalah mmHg/ml/menit. Tahanan ini tidak dapat langsung diukur, tetapi dapat dihitung berdasarkan rumus tersebut.
Aliran cairan dalam suatu pipa kaku selalu sebanding dengan perbedaan tekanan. Semakin besar perbedaan tekanan, maka semakin besar pula alirannya. Dalam hal aliran darah, perbedaan tekanan merupakan selisih antara tekanan di pembuluh nadi dengan tekanan di pembuluh balik.
3.Persamaan Kesinambungan
Di dalam aorta darah mengalir lebih dari seeribu kali lebih cepat (rata-rata sekitar 30 cm/detik) dibandingkan dengan di dalam kapiler (sekitar 0,026 cm/detik). Untuk memahami mengapa aliran darah mengalami penurunan kecepatan, kita perlu mempertimbangkan hokum kontinuitas (persamaan kesinambungan), yaitu hokum mengenai aliran cairan melalui pipa. Jika diameter suatu pipa berubah sepanjang pipa tersebut, cairan akan mengalir lebih cepat melalui segmen yang lebih sempit dibandingkan dengan ketika ia mengalir melalui segmen yang lebih lebar. Volume aliran per detik harus konstan di sepanjang pipa tersebut, dengan demikian cairan pastilah mengalir lebih cepat ketika luas penampang pipa itu menyempit.
Berdasarkan hokum kontinuitas, pada mulanya mungkin terlihat bahwa darah harus mengalir lebih cepat melalui kapiler dibandingkan dengan melalui arteri karena diameter kapiler jauh lebih kecil. Akan tetapi, total luas penampang keseluruhan pipa yang mengalirkan cairan itulah yang akan menentukan laju aliran. Meskipun satu pembuluh kapiler berukuran sangat kecil, setiap arteri mengalirkan darah ke kapiler yang berjumlah sangat banyak, sehingga diameter total dari pembuluh-pembuluh sebenarnya jauh lebih besar pada hamparan kapiler dibandingkan bagian manapun dalam sistem sirkulasi. Karena hal tersebut, maka darah akan mengalir lebih lambat ketika memasuki arteriola dari arteri dan mengalir paling lambat dalam hamparan kapiler. Kapiler merupakan satu-satunya pembuluh yang mempunyai dinding cukup tipis untuk memungkinkan transfer zat-zat antara darah dan cairan interstisial, dan aliran darah yang lebih lambat melalui pembuluh yang sangat kecil ini meningkatkan intensitas pertukaran kimiawi tersebut. Ketika darah meninggalkan hamparan kapiler dan lewat masuk ke venula dan vena, kecepatannya meningkat kembali, sebagai hasil dari pengurangan total luas penampang (Campbell, et al. 2004).
4.Persamaan Bernoulli
Suatu cairan seperti darah mempunyai energi kinetic dan energi potensial. Besarnya energi kinetic per satuan volume darah sama dengan ½ v2, sedangkan energi potensial besarnya sama dengan p + ∫ gh. Jadi jumlah total adalah: H = p +  ∫ gh + ½ v2 ..
P = tekanan, ∫ = berat jenis cairan, g = gravitasi, H = perbedaan tinggi cairan, dan v = kecepatan linier cairan. Bernoulli menekankan bahwa H konstan. Pada umumnya adanya variasi H menyebabkan perubahan energi per satuan volume darah. Darah akan menghilangkan energi setiap kali datang ke kapiler, sedangkan jantung pada waktu memompa darah akan meningkatkan energi.
5.Persamaan Laplace
Persamaan Laplace berhubungan dengan kenyataan bahwa:
1.Aliran darah sebanding dengan 1/r4 dari pembuluh darah
2.Meningkatnya tekanan darah mempunyai kecenderungan untuk membesarkan pembuluh darah, maka berbagai faktor yang mempengaruhi distensi pembuluh darah adalah penting.
Laplace menerangkan bahwa tegangan (tension) pada pembuluh darah yang diperlukan untuk mempertahankan pembuluh darah pada diameter tertentu sebanding dengan hasil kali tekanan transmural dengan jari-jari pembuluh darah. Tekanan transmural adalah perbedaan tekanan antara tekanan bagian dalam dengan tekanan bagian luar pembuluh darah. Tekanan bagian luar pembuluh darah  pada umumnya dalah tekanan udara, sehingga dapat dianggap = 0. Jadi, persamaan Laplace dapat dituliskan : T = P x r. dengan T = tegangan, p = tekanan, dan r = jari-jari pembuluh darah.
6.Mekanisme Tekanan Penutupan Kritis
Pada pipa gelas, hubungan antara tekanan dan aliran adalah linier, tetapi pada pembuluh darah hubungan antara tekanan dan aliran tidak linier. Tonus vasomotoris selalu berusaha mengecilkan pembuluh darah, sedangkan tekanan di dalam pembuluh nadi ranting selalu berusaha untuk membesarkan pembuluh ini. Bila tekanan didalam pembuluh nadi ranting berangsur-angsur diturunkan, akhirnya pada suatu saat tekanan di dalamnya tidak kuat lagi menahan agar pembuluh ini tetap terbuka. Tekanan ini disebut tekanan penutupan kritis. Besarnya tekanan ini rata-rata 20 mmHg bila yang mengalir adlah darah dan kurang lebih 5 mmHg bila yang mengalir adalah plasma.  Dari persamaan Laplace dapat dilihat dengan jelas, bahwa apabila tekanan di dalam pembuluh darah menurun, diameter pembuluh darah mengecil. Akibatnya, tegangannya menurun sekali.
Faktor lain yang dapat menyebabkan terhentinya aliran darah bila tekanan dalam diturunkan ialah faktor pembuluh darah itu sendiri, yaitu bila garis tengah pembuluh menjadi dangat kecil, sel-sel darah merah tidak dapat melalui pembuluh darah tersebut dan akhirnya terjadi penyumbatan aliran darah.  
7.Tahanan terhadap Aliran Darah
Tahanan terhadap aliran darah dipengaruhi oleh:
1.Radius pembuluh darah
Besarnya tahanan tergantung dari radius pembuluh darah. Pembuluh darah yang radiusnya kecil akan menimbulkan tahanan besar, seddangkan yang radiusnya besar akan menimbulkan tahananan kecil. Hubungan antara tahanan dengan radius adalah sebagai berikut:
Tahanan = 1/r4 .
a.zadius = 1, 1 ml/menit
b.radius = 2, 16 ml/menit
P =100 mmHg
c.radius = 4, 256 ml/menit
Pada gambar tersebut, terlihat 3 buah pipa A, B, dan c yang panjang dan tekanan gradiennya sama. Jari-jari pipa A = 1, B = 2, dan c = 4. Bila aliran air ditampung, jumlah atau volume air yang tertamoung dari pipa a = 1 ml/menit, b = 16 ml/menit dan c = 256 ml/menit.
Ketergantungan tahanan  terhadap jari-jari pembuluh, terutama penting pada ranting pembuluh nadi (arteriola), karena jari-jari dapat berubah 3 sampai 4 kalinya, sehingga tahanannya dapat berubah beberapa ratus kali.
2.Panjang pembuluh darah
Makin panjang pembuluh, makin besar tahanannya. Dengan perkataan lain, tahanan pembuluh berbanding lurus dengan panjang pembuluh. Pada gambar dibawah ini terdapat 3 buah pipa dengan jari-jari dan tekanan gradient yang sam, tetapi berbeda panjangnya. Aliran yang tertampung adalah sebagai berikut: pipa A = 1 ml per menit; pipa B = 2 ml per menit; pipa c = 3 ml per menit
           
a.Panjang = 3, 1 ml/menit

b.Panjang = 2, 2 ml/menit
           
c.Panjang = 1, 3 ml/menit
3.Viskositas darah
Bila viskositas cairan meningkat, tahanannya juga meningkat. Jadi dengan perkataan lain, tahanan berbanding lurus dengan viskositas cairan. Faktor utama yang mempengaruhi viskositas darah adalah jumlah sel darah merah. Makin banyak jumlahnya (hematokrit meningkat) viskositas darah makin meningkat. Faktor lain yang mempengaruhi viskositas darah adalah protein plasma tetapi pengaruhnya kurang bila dibandingkan dengan pengaruh sel darah merah.
Suhu juga dapat mempengaruhi viskositas darah. Suhu rendah meningkatkan viskositas dan sebaliknya suhu tinggi menurunkan viskositas. Bila viskositas air diberi nilai 1, maka viskositas plasma adalah 1,5, sedangkan viskositas darah normal adalah 3.    


SUARA JANTUNG, PERUBAHAN TEKANAN DAN VOLUME JANTUNG, DINAMIKA ZAT ALIR DAN SARAH

DAFTAR PUSTAKA
http://www.meillyssach.co.cc/2009/09/bunyi-jantung-normal.html
Taiyeb, Mushawwir. 2008. Fisiologi Peredaran. Makassar: UNM.
Campbell, neil A. 2004. Biologi. Jakarta: Erlangga.

Saturday, 13 December 2014

Makalah Model Demonstrasi dalam Pembelajaran

BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Belajar merupakan proses perubahan perilaku individu yang bersifat menetap dan merupakan hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungannya. Pembelajaran merupakan proses komunikasi transaksional timbal balik antar siswa dengan guru, siswa dengan siswa, siswa dengan sumber belajar, pada lingkungan belajar tertentu untuk sasran tertentu.
Untuk mencapai tujuan tersebut, maka belajar harus efektif, yaitu menyenangkan dan bermakna. Karena itu perlu dikembangkan pendekatan-pendekatan pembelajaran, model-model pembelajaran dan metode-metode pembelajaran yang dapat diterapkan pada peserta didik secara optimal sehingga seluruh potensi peserta didik dapat digali sehingga berguna dirinya, masyarakatnya dan bangsanya.
Dari berbagai macam  metode mengajar yang ada, perlu diketahui bahwa tidak ada satu metode pun  yang dianggap paling baik diantara metode-metode yang lain. Tiap metode mempunyai karakteristik tertentu dengan segala kelebihan dan kelemahan masing masing. Suatu metode mungkin baik untuk suatu tujuan tertentu, pokok bahasan maupun situasi dan kondisi tertentu, tetapi mungkin tidak tepat untuk situasi yang lain. Demikian pula suatu metode yang dianggap baik untuk suatu pokok bahasan yang disampaikan oleh guru tertentu, kadang-kadang belum tentu berhasil dibawakan oleh guru lain. Oleh karena itu, pada makalah ini, kami akan mengangkat salah satu metode pembelajaran yaitu metode demonstrasi.
B.Rumusan Masalah
   1.Apakah pengertian metode pembelajaran?
   2.Apakah pengertian dari metode demonstrasi dalam pembelajaran?
   3.Bagaimanakah kelebihan dan kekurangan dari metode demonstrasi?
   4.Bagaimanakah tahap-tahap penerapan dari metode demonstrasi?
C.Tujuan
  1.Untuk memahami pengertian metode pembelajaran
  2.Untuk memahami pengertian metode demonstrasi dalam pembelajaran
  3.Untuk memahami kelebihan dan kekurangan dari metode demonstrasi
  4.Untuk mengetahui tahap-tahap penerapan dari metode demonstrasi
D.Manfaat
  1.Kita dapat memahami pengertian metode pembelajaran
  2.Kita dapat memahami pengertian metode demonstrasi dalam pembelajaran
  3.Kita dapat memahami kelebihan dan kekurangan dari metode demonstrasi
  4.Kita dapat mengetahui tahap-tahap penerapan dari metode demonstrasi
BAB II
PEMBAHASAN
A.Pengertian Metode Pembelajaran
  Pembelajaran adalah seperangkat peristiwa yang dirancang untuk memprakarsai, menggiatkan, dan mendukung kegiatan belajar siswa, yang secara implisit didalamnya ada kegiatan memilih, menetapkan dan mengembangkan metode untuk mencapai hasil yang diinginkan.
  Metode adalah suatu cara untuk menyampaikan materi pelajaran yang sesuai dengan karakterisitik dari materi pelajaran yang akan disampaikan sehingga siswa memiliki pengalaman belajar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
  Metode pembelajaran merupakan cara guru dalam menyampaikan materi pembelajaran di kelas, mulai dari mempersiapkan perangkat  pembelajaran, media dan alat bantu, sampai alat evaluasi yang mengarah pada upaya pencapaian tujuan pembelajaran.
  Oleh karenanya metode dalam rangkaian sistem pembelajaran memegang peranan yang sangat penting. Keberhasilan implementasi strategi pembelajaran sangat tergantung pada cara guru menggunakan metode pembelajaran, karena suatu strategi pembelajaran hanya mungkin dapat di implementasikan melalui penggunaan metode pembelajaran.
B.Pengertian Metode Demonstrasi
  Metode demonstrasi adalah cara penyajian dengan memeragakan suatu proses kejadian, misalkan dalam pembelajaran tentang transportasi pada tumbuhan. Melalui demonstrasi akan lebih jelas dipahami siswa tentang pengertian difusi dan osmosis, karena mereka melihat secara langsung perubahan warna dari dalam bejana setelah ditetesi tinta hitam. Peragaan suatu proses dapat dilakukan oleh sekelompok siswa. Metode ini dapat membuat pelajaran menjadi lebih jelas dan lebih konkrit, sehingga diharapkan siswa menjadi lebih mudah memahami.
  Metode demonstrasi ini memerlukan keterampilan guru secara khusus, sehingga memerlukan kesiapan dan perancanaan yang matang serta memerlukan waktu yang lama. Fasilitas seperti peralatan jika tersedia harus diusahakan keberadaannnya dengan membuat mandiri. Untuk mengatasi hal tersebut guru dapat bekerja sama dengan guru lain. Satu hal yang harus diingat oleh guru yang akan melakukan demonstrasi, yaitu tempat melaksanakan harus cukup tinggi sehingga proses harus dapat diamati oleh seluruh siswa.
  Adapun pengertian demonstrasi menurut para ahli antara lain :
  Sanjaya (2006), dan Sumantri dan Permana (1998/1999) mengemukakan bahasa demonstrasi adalah cara penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada siswa tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari baik dalam bentuk sebenarnya maupun dalam bentuk tiruan yang dipertunjukkan oleh guru atau sumber belajar lain ahli dalam topik bahasan yang harus didemonstrasikan. Metode ini biasanya berkenaan dengan tindakan-tindakan atau prosedur yang dilakukan, misalnya: proses mengerjakan sesuatu, membandingkan suatu cara dengan cara lain, untuk mengetahui atau melihat kebenaran sesuatu.
  Winarno Surakmad (1990 : 110 ), mengemukakan bahwa : Dengan demonstrasi sebagai metode belajar dimaksudkan bahwa seorang pengajar atau pemimpin memperlihatkan suatu proses kepada seluruh kelompok anak didiknya misalnya tentang cara kerjanya sebuah komputer
  Roestiyah (1991 : 83 ) mengemukakan bahwa : Demonstrasi adalah cara mengajar dimana seorang instruktur atau tim guru menunjukkan, memperlihatkan sesuatu proses, misalnya merebus air sampai mendidih pada suhu 1000 C, seluruh siswa dapat melihat, mengamati, mungkin mendengar, mungkin meraba-raba dan merasakan proses yang dipertunjukkan oleh guru tersebut.
C.Kelebihan dan Kekurangan Metode Demonstrasi
  1.Kelebihan Metode Pembelajaran Demokrasi
    a.Perhatian siswa dapat dipusatkan kepada hal-hal yang dianggap penting oleh pengajar, sehingga siswa dapat menangkap hal-hal yang penting. Perhatian siswa lebih mudah dipusatkan pada proses belajar dan tidak tertuju pada hal lain.
    b.Dapat mengurangi kesalahan-kesalahan bila dibandingkan dengan hanya membaca atau mendengarkan keterangan guru karena siswa memperoleh persepsi yang jelas dari hasil pengamatannya.
    c.Bila siswa turut aktif melakukan demonstrasi, maka siswa akan memperoleh pengalaman praktek untuk mengembangkan kecakapan dan keterampilan.
    d.Beberapa masalah yang menimbulkan pertanyaan pada diri siswa akan dapat dijawab pada waktu mengamati proses demonstrasi.
    e.Penggunaan metode demonstrasi mampu mengurangi pengertian anak yang bersifat verbalistik
    f.Memberikan kesempatan siswa untuk berfikir secara cermat dan kritis.
    g.Penggunaan metode demonstrasi dapat memberikan pengalaman belajar bagi siswa mengenai langkah-langkah atau prosedur penguasaan suatu keterampilan tanggan atau keterampilan motorik tertentu
 2.Kelemahan Metode Demonstrasi
   Metode demontrasi, apabila diterapkan dalam pembelajaran, disamping terdapat sejumlah kebaikan, terdapat pula kelemahan-kelemahannya, antara lain:
   a.Kurang efisien waktu
   b.Memerlukan fasilitas yang tidak sedikit
   c.Bila guru kurang menguasai materi maka ia akan memberikan keterangan yang berbelit-belit yang sulit dipahami
   d.Demontrasi akan merupakan metode yang tidak wajar bila alat yang didemontrasikan tidak dapat diamati secara seksama oleh siswa. Misalnya: alatnya terlalu kecil, atau penjelasan tidak jelas.
   e.Tidak semua hal dapat didemontrasikan didalam kelas, misalnya alat yang sangat bessar atau yang jauh berada di kelas.
   f.Demontrasi menjadi kurang efektif bila tidak diikuti dengan sebuah aktifitas dimana siswa sendiri yang melakukan dan menjadikan aktivitas itu pengalaman yang berharga.
   g.Bila guru kurang dapat menggunakan alat-alat peraga yang dipakai maka akan menghambat jalannya pelajaran.
   h.Kadang-kadang tidak semua anak memperhatikan apa yang didemonstrasikan oleh guru.
D.Tahap-Tahap Penerapan Metode Demonstrasi
  Tahap-tahap dalam penerapan metode demonstrasi adalah:
  1.Perencanaan
    Dalam perencanaan hal-hal yang dilakukan ialah :
    a.Merumuskan tujuan yang baik dari sudut kecakapan atau kegiatan yang diharapkan dapat tercapai setelah metode demonstrasi berakhir.
    b.Menetapkan garis-garis besar langkah-langkah demonstrasi yang akan di laksanakan.
    c.Memperhitungkan waktu yang di butuhkan.
    d.Selama demonstrasi berlangsung guru harus intropeksi diri apakah :
    1)Keterangan-keterangan dapat di dengar dengan jelas oleh siswa
    2)Apakah semua media yang di gunakan telah di tempatkan pada posisi yang baik, hingga semua siswa dapat melihat semuanya dengan jelas
    3)Siswa membuat catatan-catatan yang dianggap perlu
e.Menetapkan rencana penilaian terhadap kemampuan anak didik
f.Melakukan uji coba demonstrasi
2.Pelaksanaan
  a.langkah pembukaan
    Sebelum demonstrasi dilakukan ada beberapa hal yang harus diperhatikan, di antaranya:
    1)Mengatur tempat duduk yang memungkinkan semua siswa dapat memperhatikan dengan jelas apa yang didemonstrasikan.
    2)Mengemukakan tujuan apa yang harus dicapai oleh siswa.
    3)Mengemukakan tugas-tugas apa yang harus dilakukan oleh siswa, misalnya siswa ditugaskan untuk mencatat hal-hal yang dianggap penting dari pelaksanaan demonstrasi.
  b.Langkah pelaksanaan demonstrasi.
    1)Memulai demonstrasi dengan kegiatan-kegiatan yang merangsang siswa untuk berpikir, misalnya melalui pertanyaanpertanyaan yang mengandung teka-teki sehingga mendorong siswa untuk tertarik memperhatikan demonstrasi.
    2)Menciptakan suasana yang menyejukkan dengan menghindari suasana yang menegangkan.
    3)Meyakinkan bahwa semua siswa mengikuti jalannya demonstrasi dengan memerhatikan reaksi seluruh siswa.
    4)Memberikan kesempatan kepada siswa untuk secara aktif memikirkan lebih lanjut sesuai dengan apa yang dilihat dari proses demonstrasi itu.
  c.Langkah mengakhiri demonstrasi
    Apabila demonstrasi selesai dilakukan, proses pembelajaran perlu diakhiri dengan memberikan tugas-tugas tertentu yang ada kaitannya dengan pelaksanaan demonstrasi dan proses pencapaian tujuan pembelajaran. Hal ini diperlukan untuk meyakinkan apakah siswa memahami proses demonstrasi itu atau tidak. Selain memberikan tugas yang relevan, ada baiknya guru dan siswa melakukan evaluasi bersama tentang jalannya proses demonstrasi itu untuk perbaikan selanjutnya.
BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
  1.Metode pembelajaran merupakan cara guru dalam menyampaikan materi pembelajaran di kelas, mulai dari mempersiapkan perangkat  pembelajaran, media dan alat bantu, sampai alat evaluasi yang mengarah pada upaya pencapaian tujuan pembelajaran
  2.Metode demonstrasi adalah cara penyajian dengan memeragakan suatu proses kejadian, yang memerlukan keterampilan guru secara khusus, sehingga memerlukan kesiapan dan perancanaan yang matang serta memerlukan waktu yang lama
  3.Setiap metode memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing, terkhusus pada metode demonstrasi yang dibahas di atas.
  4.Tahapan pelaksanaan metode demonstrasi meliputi suatu perencanaan dan pelaksanaan
B.Saran
  1.Dengan adanya makalah ini, diharapkan penulis maupun pembaca memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai metode pembelajaran demonstrasi
  2.Dengan adanya makalah ini, diharapkan dapat menjadi pemahaman dan dapat menjadi bahan acuan untuk tulisan-tulisan selanjutnya.
  3.Dengan adanya makalah ini, diharapkan dapat menjadi referensi bagi pembaca baik dalam permasalahan yang sama maupun tidak.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2011. Strategi Pembelajaran Metode Demonstrasi. http://laboratorium-um.sch.id/files/BAB%20XI%20STRATEGI%20PEMBELAJARAN%20MELALUI%20%20DEMONSTRASI%20.pdf. Diakses pada tanggal 17 Maret 2011

Budinugroho, Lugtyastyono. 2011. Pengaruh  Metode Belajar SQ3R dan Demonstrasi terhadap  Prestasi Belajar Biologi di SMU Berbudi Gantiwarno Klaten tahun Pelajaran 2003/2004. http://lugtyastyono60.wordpress.com/2011/02/08/metode-belajar-sq3r-dan-demonstrasi-terhadap-prestasi-belajar-biologi/. Diakses pada tanggal 18 Maret 2011

Nathanael, Mariano. 2008. Pelaksanaan Pembelajaran dengan Metoda Demonstrasi dan Eksperimen untuk Pelajaran Fisika di Tingkat Satuan Pendidikan SMA. http://www.scribd.com/doc/7592769/Penerapan-Metode-Demonstrasi-Dan-Eksperimen-Dalam-Mengajar-Di-Kelas-XII-IPA. Diakses pada tanggal 17 Maret 2011

Rustaman, Nuryani Y. 2003. Strategi Belajar Mengajar Biologi. Yogyakarta: JICA

Sanjaya, Wina. 2010. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Prenada Media Group

Yuanita, Eva. 2010. Model Pembelajaran Demonstrasi. http://rhum4hnd3soq.blogspot.com/2010/10/blog-post.html. Diakses pada tanggal 18 Maret 2011



Enzim yang berperan dalam Replikasi DNA

REPLIKASI DNA
Enzim apa yang berperan ?
a.Enzim polymerase
b.Enzim primase
c.Enzim ligase
d.Enzim helikase
Istilah apa yang terkait replikasi DNA?
a.Untai maju
b.Untai lamban
c.Fragmen okazaki
d.Garpu replikasi
e.Protein binding
MEKANISME  REPLIKASI :
1)Rantai double helix DNA dibuka oleh enzim helicase
2)Molekul protein tunggal menstabilkan untai-tunggal cetakan yang terbuka
3)Untai maju disintesis dengan arah 5’ - 3’ oleh DNA polymerase
4)Primase memulai sintesis primer RNA untuk fragmen okazaki
5)Dna polymerase III menyelesaikan sintesis fragmen keempat
6)Dna polymerase I menggantikan RNA Primer dengan DNa/nukleotida.
7)DNA ligase menyambungkan fragmen DNA 1 dengan DNA yang baru.

Program Tahunan sekolah

PROGRAM TAHUNAN

Nama Sekolah           : SMP Negeri 1 Mangarabombang
Mata Pelajaran : IPA
Kelas/ Semester : VIII/ I dan II
TahunAjaran : 2015/ 2016

A. PERHITUNGAN ALOKASI WAKTU TIAP SEMESTER
Semester  I
No Bulan Banyaknya Pekan Semester Ganjil Keterangan
Seluruhnya Tidak Efektif Efektif
1 Juli 5 4 1 Libur awal tahun ajaran dan ramadhan
2 Agustus 4 0 4
3 September 5 0 5
4 Oktober 4 1 3 Ulangan tengah semester
5 November 4 0 4
6 Desember 5 4 1 Pengelolaan Nilai / Libur Semester 1
Jumlah 27 9 18
Semester II
No Bulan Banyaknya Pekan Semester Genap Keterangan
Seluruhnya Tidak Efektif Efektif
1 Januari 4 0 4
2 Februari 4 0 4
3 Maret 5 2 3 Ujian Sekolah dan ulangan tengah semester
4 April 4 1 3 Ujian Nasioanal
5 Mei 4 0 4 Ujian Akhir Semester
6 Juni 5 3 2 Pengelolaan Nilai / Libur Semester 2
Jumlah 26 6 20

B. JUMLAH JAM / MINGGU : 5 jam
C. JUMLAH JAM TATAP MUKA
SEMESTER 1 = 5 x 18 = 90 JP
SEMESTER 2 = 5 x 20 = 100 JP
D.  RINCIAN PROGRAM


KOMPETENSI INTI:
K1 :   Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
K2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
K3 : Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,  kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
K4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan





SEMESTER MATERI POKOK KOMPETENSI DASAR ALOKASI WAKTU KET
I Gerak pada Mahluk Hidup dan Benda 3.1 Memahami gerak lurus, dan pengaruh gaya terhadap gerak berdasarkan Hukum Newton, serta penerapannya pada gerak makhluk hidup dan gerak benda dalam kehidupan sehari-hari. 15 JP
6 kali tatap muka
4.1.Melakukan penyelidikan tentang gerak, gerak pada makhluk hidup, dan percobaan tentang pengaruh gaya terhadap gerak.
Ulangan harian 2 JP
Remedial / pengayaan 3 JP
Rangka, Otot dan Prinsip Pesawat Sederhana
3.4 Mendeskripsikan struktur rangka dan otot manusia, serta fungsinya pada berbagai kondisi 13 JP 5 kali tatap muka
4.4 Menyajikan tulisan tentang upaya menjaga kesehatan rangka manusia dikaitkan dengan zat gizi makanan dan perilaku sehari-hari
3.5 Mendeskripsikan kegunaan pesawat sederhana dalam kehidupan sehari-hari dan hubungannya dengan kerja otot pada struktur rangka manusia.
4.5 Melakukan penyelidikan  tentang keuntungan mekanik pada pesawat sederhana
Ulangan harian 2 JP
Remedial / pengayaan 3 JP
Struktur dan
Fungsi Jeringan
Tumbuhan serta
Pemanfaatannya
dalam Teknologi
3.2. Menjelaskan keterkaitan struktur jaringan tumbuhan dan fungsinya, serta berbagai pemanfaatannya dalam teknologi yang terilhami oleh strukturtersebut. 13 JP 5 kali tatap muka
4.2 Melakukan pengamatan terhadap struktur jaringan tumbuhan, serta menghasilkan ide teknologi sederhana yang terilhami oleh struktur tersebut (misalnya desain bangunan
Ulangan tengah semester 3 JP
Sifat Bahan dan
Pemanfaatannya dalam Kehidupan Sehari-hari 3.3 Mendeskripsikan keterkaitan sifat bahan dan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari, serta pengaruh pemanfaatan bahan tertentu terhadap kesehatan manusia 8 JP 3 kali tatap muka
4.3 Melakukan penyelidikan tentang sifat-sifat bahan dan mengusulkan ide-ide pemanfaatan bahan berdasarkan sifatnya dalam kehidupan sehari-hari.
Ulangan harian 2 JP
Remedial / pengayaan 3 JP
Sistem Pencernaan Makanan 3.6 Mendeskripsikan sistem pencernaan serta keterkaitannya dengan sistem pernapasan, sistem peredaran darah, dan penggunaan energi makanan 8 JP 3 kali tatap muka
4.6 Melakukan penyelidikan tentang pencernaan mekanis dan enzimatis pada makanan
Ulangan harian 2 JP
Remedial / pengayaan 3 JP
Zat Aditif
dan Adiktif-Psikotropika

3.7 Mendeskripsikan zat aditif (alami dan buatan) dalam makanan dan minuman (segar dan dalam kemasan), dan zat adiktif-psikotropika 8 JP 3 kali tatap muka
4.7 Menyajikan data, informasi, dan mengusulkan ide pemecahan masalah untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan zat aditif dalam makanan dan minuman serta zat adiktif-psikotropika
Ujian Akhir Semester 3 JP
SEMESTER GANJIL 91 JP
2 Sistem Tranportasi Dan Respirasi
3.8 Memahami tekanan pada zat cair dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari untuk menjelaskan tekanan darah, difusi pada peristiwa
respirasi, dan tekanan osmosis 13 JP
5 kali tatap muka
4.8 Melakukan percobaan untuk menyelidiki tekanan cairan pada kedalaman tertentu, gaya apung, kapilaritas (menyelidiki transport cairan dalam batang tumbuhan) dan tekanan cairan pada ruang tertutup
Sistem
Ekskresi
3.9 Menjelaskan struktur dan fungsi sistem eksresi pada manusia dan penerapannya dalam menjaga kesehatan diri. 13 JP
5 kali tatap muka
4.9 Membuat peta pikiran (mapping mind) tentang struktur dan fungsi sistem eksresi pada manusia dan penerapanya dalam menjaga kesehatan diri.
Ulangan harian 2 JP
Remedial / pengayaan 3 JP
Indera Pendengaran dan Sistem Sonar 3.10 Memahami konsep getaran, gelombang, bunyi, dan pendengaran, serta penerapannya dalam sistem sonar pada hewan dan dalam kehidupan sehari-hari 13 JP
5 kali tatap muka
4.10 Melakukan pengamatan atau percobaan tentang getaran, gelombang, dan bunyi
Ulangan tengah semester 3 JP
Indera Penglihatan dan Alat Optik 3.11 Mendeskripsikan sifat-sifat cahaya, pembentukan bayangan, serta aplikasinya untuk menjelaskan penglihatan manusia, proses pembentukan bayangan pada mata serangga, dan prinsip kerja alat optik 15 JP
3 JP
4.11 Membuat laporan hasil penyelidikan tentang pembentukan bayangan pada cermin, lensa, dan alat optik
Sistem Tata Surya dan Kehidupan di bumi 3.12 Mendeskripsikan struktur bumi untuk menjelaskan fenomena gempa bumi dan gunung api, serta tindakan yang diperlukan untuk mengurangi resiko bencana
3.13 Mendeskripsikan karakteristik matahari, bumi, bulan, planet, benda angkasa lainnya dalam ukuran, struktur, gaya gravitasi, orbit, dan gerakannya, serta pengaruh radiasi matahari terhadap kehidupan di
bumi.
3.14 Mendeskripsikan gerakan bumi dan bulan terhadap matahari serta menjelaskan perubahan siang dan malam, peristiwa gerhana matahari dan gerhana bulan, perubahan musim serta dampaknya bagi kehidupan di bumi

4.12 Menyajikan laporan hasil pengamatan atau penelusuran informasi tentang karakteristik komponen tata surya
Ujian Akhir Semester 3 JP
Ulangan harian 5 JP
SEMESTER GENAP 100 JP


                    Takalar,   Oktober 2014

    Mengetahui    
  Kepala Sekolah    Guru Mata Pelajaran



          ..............................                   ..............................


Jenis Jenis Penelitian

JENIS JENIS PENELITIAN
A.Penelitian menurut tujuan
1.Penelitian Murni adalah penelitian yang dilakukan diarahkan sekedar untuk memahami masalah dalam organisasi secara mendalam (tanpa ingin menerapkan hasilnya). Penelitian dasar bertujuan untuk mengembangkan teori dan tidak memperhatikan kegunaan yang langsung bersifat praktis. Jadi penelitian murni/dasar berkenaan dengan penemuan dan pengembangan ilmu.
Contoh : Penelitian tentang gen, DNA, penelitian yang berhubungan dengan penemuan dan pengembangan ilmu
2.Penelitian Terapan adalah penelitian yang diarahkan untuk mendapatkan informasi yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah.
Contoh: Penelitian pendidikan yang berkaitan tentang bagaimana meningkatkan minat baca siswa, penelitian yang berkaitan dengan factor-faktor yang mempengaruhi motivasi siswa untuk belajar
B.Penelitian menurut metode
1.Penelitian Survei adalah Penelitian yang dilakukan pada popolasi besar maupun kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi tersebut, sehingga ditemukan kejadian-kejadian relatif, distribusi dan hubungan-hubungan antar variabel sosilogis maupun  psikologis
Contoh: Penelitian mengenai tingkat kesejahteraan masyarakat di pedesaan, penelitian mengenai kualitas tingkat pendidikan di pedesaan
2.Penelitian Ex.Post Facto yaitu penelitian yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi yang kemudian merunut ke belakang untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menimbulkan kejadian tersebut
Contoh: Penelitian mengenai menurunnya minat baca siswa, penelitian mengenai menurunnya hasil belajar siswa.
3.Penelitian Eksperimen yaitu suatu penelitian yang berusaha mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel yang lain dalam kondisi yang  terkontrol secara ketat. Variabel independennya dimanipulasi oleh peneliti.
Contoh: Penelitian mengenai pengaruh pupuk kompos terhadap kesuburan tanaman.
4.Penelitian Naturalistik, metode penelitian ini sering disebut dengan metode kualitatif, yaitu metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek alami (sebagai lawannya) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci.
5.Policy Research yaitu suatu proses penelitian yang dilakukan pada, atau analisis terhadap masalah-masalah sosial yang mendasar, sehingga temuannya dapat direkomendasikan kepada pembuat keputusan untuk bertinak secara praktis dalam menyelesaikan masalah.
Contoh: Penelitian mengenai kebijakan baru pemerintah mengenai Undang-undang pornografi
6.Action Research merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan metode kerja yang paling efisien, sehingga biaya produksi dapat ditekan dan produktifitas lembaga dapat meningkat.
Contoh: Penggunaan metode Jigsaw dalam meningkatkan hasil belajar siswa
7.Penelitian Evaluasi merupakan bagian dari proses pembuatan keputusan, yaitu untuk membandingkan suatu kejadian, kegiatan dan produk  dengan standar dan program yang telah ditetapkan.
Contoh: Penelitian mengenai kualitas guru setelah mengikuti program profesi
8.Penelitian Sejarah, berkenaan dengan analisis yang logis  terhadap kejadian-kejadian yang berlangsung di masa lalu. Sumber datanya bisa primer, yaitu orang yang terlibat langsung dalam kejadian itu, atau sumber-sumber dokumentasi yang berkenaan dengan kejadian itu.
Contoh: Penelitian mengenai rusaknya candi sewu di Prambanan
C.Penelitian menurut tingkat eksplanasi
1.Penelitian Deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih (independen) tanpa membuat perbandingan, atau penghubungan dengan variabel yang lain.
Contoh: Penelitian mengenai penggunaan teknologi computer di beberapa SD di pedesaan
2.Penelitian Komparatif adalah suatu penelitian yang bersifat membandingkan. Variabelnya masih sama dengan penelitian varabel mandiri tetapi untuk sample yang lebih dari satu, atau dalam waktu yang berbeda.
Contoh: Penelitian mengenai kualitas air tanah di pedesaan dibandingkan di perkotaan.
3.Penelitian Assosiatif merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variable atau lebih. Dengan penelitian ini maka akan dapat dibangun suatu teori yang dapat berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan dan mengontrol suatu gejala.
Contoh: Penelitian mengenai hubungan kelengkapan media pembelajaran dengan motivasi belajar siswa
D.Penelitian menurut Jenis dfan Analisisnya
1.Penelitian Kuantitatif
Contoh: Penelitian mengenai pengaruh metode Snowball terhadap prestasi belajar siswa.
2.Penelitian Kualitatif
Contoh: Penelitian mengenai asal usul nama suatu daerah
3.Penelitian Gabungan
Contoh: Penelitian tentang data yang dikumpulkan dan dinyatakan dalam bentuk angka-angka, juga berupa data kualitatif sebagai pendukungnya,  seperti kata-kata atau kalimat yang tersusun dalam angket, kalimat hasil konsultasi atau wawancara antara peneliti dan informan
E.Penelitian menurut Bidang yang diteliti
1.Penelitian Sosial, secara khusus meneliti bidang sosial: ekonomi, pendidikan, hukum, dsb.
2.Penelitian Eksakta, secara khusus meneliti bidang eksakta: Kimia, Fisika, Teknik, dsb.

Friday, 5 December 2014

Perkembangan Embrio Ayam Umur 24, 48 dan 72 jam

PERKEMBANGAN EMBRIO AYAM
1.      Umur 24 Jam

Perhatikan bahwa dalam 24 jam ayam, simpul Hensen berlokasi lanjut caudal dan streak primitif hadir hanya pada ujung posterior embrio. Sebagai simpul Hensen itu bergerak kea rah posterior, organ-organ yang menentukan sumbu embrio terbentuk anterior untuk itu. Sebagai retret node, pelat saraf, didasari oleh notochord, berkembang di depannya. Dengan demikian, neurulation dan organ pembentukan berlangsung di urutan craniocaudal.
Perkembangan yang paling jelas dalam 24 jam ayam adalah lipatan saraf, yang thickenings ectodermal berasal dari lempeng saraf datar. Depresi medial berbatasan dengan lipatan saraf adalah alur saraf (ini akan terlihat di penampang). Ketika lipatan saraf mulai sekering bagian punggung, mereka membentuk tabung saraf. Bentuk tabung saraf pada otak cranially dan dorsal rongga saraf tabung caudally. Notochord adalah tengkorak terlihat simpul Hensen dan antara lipatan saraf. Pada embrio, notochord berfungsi sebagai kaku, batang seperti struktur pendukung.
Catatan bahwa ini adalah tahap pertama yang telah diperiksa di mana somit yang hadir. Somit adalah blok mesoderm yang muncul di kedua sisi notochord. Somit akan menimbulkan sejumlah struktur, termasuk otot rangka, tulang dan dermis kulit. Mereka pertama kali muncul menjelang akhir anterior embrio, dan kemudian semakin jauh posterior. The somite pertama kali muncul sekitar 21 jam, dan somit tambahan muncul di tingkat sekitar satu per jam. Embrio kadang-kadang digambarkan dengan jumlah somit, bukan jumlah jam inkubasi. Berapa banyak somit Anda dapat mengandalkan embrio ini?

Perhatikan bahwa pulau-pulau darah (terlihat tetapi tidak berlabel) terbentuk di seluruh opaca daerah. Pulau darah terdiri dari akumulasi berbentuk tidak teratur dari sel mesodermal. Pulau-pulau darah akan membentuk pembuluh darah dan sel-sel darah primitif. Pada tahap selanjutnya mereka dapat dilihat sekering bersama untuk membentuk pembuluh darah

2.     
Umur 48 Jam

Pada gambar pembesaran rendah, perhatikan bahwa spesimen ini terlihat berbeda dari embrio sebelumnya karena embrio telah berubah sehingga bagian anterior berbaring pada sisi kiri (torsi). Oleh karena itu struktur anterior terlihat pada tampilan lateral, dan posterior masih dilihat dari atas. Selain itu, otak membungkuk, membentuk fleksura tengkorak.
Menggunakan tampilan perbesaran pertengahan untuk mengidentifikasi struktur berikut: otak, cangkir optik (dibentuk oleh invaginasi dari vesikel optik), vesikel lensa (dibentuk oleh penebalan dan invaginasi ektoderm melapisi vesikel optik pada tahap 33 jam), vesikel pendengaran, notochord (terbaik dilihat dalam gambar ini terletak di antara cangkir optik dan otak tengah), jantung, dan somit (20-28 pasang).













3.      Umur 72 jam


Perhatikan peningkatan besar dalam ukuran kepala dan otak. Para tunas anggota tubuh telah mulai terbentuk, tetapi masih mungkin sulit untuk melihat pada tahap ini. Anda harus dapat menemukan ekor, dipasangkan sayap dan kaki tunas, dan kantung seperti allantois, selain struktur dijelaskan untuk 48 jam cewek. Allantois yang berbeda dari kuning telur, amnion, chorion dan dalam hal itu berkembang sebagai perpanjangan dari embrio itu sendiri. Ini berfungsi sebagai "paru-paru embrio" menyediakan mekanisme untuk pertukaran gas pernapasan antara udara luar dan sel darah merah janin. Ada juga peningkatan somit; berapa banyak pasangan yang Anda harapkan untuk melihat sekarang?
Sistem peredaran darah dikembangkan dengan baik dan darah beredar antara kuning telur dan tubuh embrio dalam urutan berikut: vena vitelline ke sinus venosus ke atrium ventrikel ke aorta untuk vitelline arteri pleksus pembuluh darah vitelline untuk vitelline vena.













Rujukan