Saturday, 13 December 2014

Makalah Model Demonstrasi dalam Pembelajaran

BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Belajar merupakan proses perubahan perilaku individu yang bersifat menetap dan merupakan hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungannya. Pembelajaran merupakan proses komunikasi transaksional timbal balik antar siswa dengan guru, siswa dengan siswa, siswa dengan sumber belajar, pada lingkungan belajar tertentu untuk sasran tertentu.
Untuk mencapai tujuan tersebut, maka belajar harus efektif, yaitu menyenangkan dan bermakna. Karena itu perlu dikembangkan pendekatan-pendekatan pembelajaran, model-model pembelajaran dan metode-metode pembelajaran yang dapat diterapkan pada peserta didik secara optimal sehingga seluruh potensi peserta didik dapat digali sehingga berguna dirinya, masyarakatnya dan bangsanya.
Dari berbagai macam  metode mengajar yang ada, perlu diketahui bahwa tidak ada satu metode pun  yang dianggap paling baik diantara metode-metode yang lain. Tiap metode mempunyai karakteristik tertentu dengan segala kelebihan dan kelemahan masing masing. Suatu metode mungkin baik untuk suatu tujuan tertentu, pokok bahasan maupun situasi dan kondisi tertentu, tetapi mungkin tidak tepat untuk situasi yang lain. Demikian pula suatu metode yang dianggap baik untuk suatu pokok bahasan yang disampaikan oleh guru tertentu, kadang-kadang belum tentu berhasil dibawakan oleh guru lain. Oleh karena itu, pada makalah ini, kami akan mengangkat salah satu metode pembelajaran yaitu metode demonstrasi.
B.Rumusan Masalah
   1.Apakah pengertian metode pembelajaran?
   2.Apakah pengertian dari metode demonstrasi dalam pembelajaran?
   3.Bagaimanakah kelebihan dan kekurangan dari metode demonstrasi?
   4.Bagaimanakah tahap-tahap penerapan dari metode demonstrasi?
C.Tujuan
  1.Untuk memahami pengertian metode pembelajaran
  2.Untuk memahami pengertian metode demonstrasi dalam pembelajaran
  3.Untuk memahami kelebihan dan kekurangan dari metode demonstrasi
  4.Untuk mengetahui tahap-tahap penerapan dari metode demonstrasi
D.Manfaat
  1.Kita dapat memahami pengertian metode pembelajaran
  2.Kita dapat memahami pengertian metode demonstrasi dalam pembelajaran
  3.Kita dapat memahami kelebihan dan kekurangan dari metode demonstrasi
  4.Kita dapat mengetahui tahap-tahap penerapan dari metode demonstrasi
BAB II
PEMBAHASAN
A.Pengertian Metode Pembelajaran
  Pembelajaran adalah seperangkat peristiwa yang dirancang untuk memprakarsai, menggiatkan, dan mendukung kegiatan belajar siswa, yang secara implisit didalamnya ada kegiatan memilih, menetapkan dan mengembangkan metode untuk mencapai hasil yang diinginkan.
  Metode adalah suatu cara untuk menyampaikan materi pelajaran yang sesuai dengan karakterisitik dari materi pelajaran yang akan disampaikan sehingga siswa memiliki pengalaman belajar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
  Metode pembelajaran merupakan cara guru dalam menyampaikan materi pembelajaran di kelas, mulai dari mempersiapkan perangkat  pembelajaran, media dan alat bantu, sampai alat evaluasi yang mengarah pada upaya pencapaian tujuan pembelajaran.
  Oleh karenanya metode dalam rangkaian sistem pembelajaran memegang peranan yang sangat penting. Keberhasilan implementasi strategi pembelajaran sangat tergantung pada cara guru menggunakan metode pembelajaran, karena suatu strategi pembelajaran hanya mungkin dapat di implementasikan melalui penggunaan metode pembelajaran.
B.Pengertian Metode Demonstrasi
  Metode demonstrasi adalah cara penyajian dengan memeragakan suatu proses kejadian, misalkan dalam pembelajaran tentang transportasi pada tumbuhan. Melalui demonstrasi akan lebih jelas dipahami siswa tentang pengertian difusi dan osmosis, karena mereka melihat secara langsung perubahan warna dari dalam bejana setelah ditetesi tinta hitam. Peragaan suatu proses dapat dilakukan oleh sekelompok siswa. Metode ini dapat membuat pelajaran menjadi lebih jelas dan lebih konkrit, sehingga diharapkan siswa menjadi lebih mudah memahami.
  Metode demonstrasi ini memerlukan keterampilan guru secara khusus, sehingga memerlukan kesiapan dan perancanaan yang matang serta memerlukan waktu yang lama. Fasilitas seperti peralatan jika tersedia harus diusahakan keberadaannnya dengan membuat mandiri. Untuk mengatasi hal tersebut guru dapat bekerja sama dengan guru lain. Satu hal yang harus diingat oleh guru yang akan melakukan demonstrasi, yaitu tempat melaksanakan harus cukup tinggi sehingga proses harus dapat diamati oleh seluruh siswa.
  Adapun pengertian demonstrasi menurut para ahli antara lain :
  Sanjaya (2006), dan Sumantri dan Permana (1998/1999) mengemukakan bahasa demonstrasi adalah cara penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada siswa tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari baik dalam bentuk sebenarnya maupun dalam bentuk tiruan yang dipertunjukkan oleh guru atau sumber belajar lain ahli dalam topik bahasan yang harus didemonstrasikan. Metode ini biasanya berkenaan dengan tindakan-tindakan atau prosedur yang dilakukan, misalnya: proses mengerjakan sesuatu, membandingkan suatu cara dengan cara lain, untuk mengetahui atau melihat kebenaran sesuatu.
  Winarno Surakmad (1990 : 110 ), mengemukakan bahwa : Dengan demonstrasi sebagai metode belajar dimaksudkan bahwa seorang pengajar atau pemimpin memperlihatkan suatu proses kepada seluruh kelompok anak didiknya misalnya tentang cara kerjanya sebuah komputer
  Roestiyah (1991 : 83 ) mengemukakan bahwa : Demonstrasi adalah cara mengajar dimana seorang instruktur atau tim guru menunjukkan, memperlihatkan sesuatu proses, misalnya merebus air sampai mendidih pada suhu 1000 C, seluruh siswa dapat melihat, mengamati, mungkin mendengar, mungkin meraba-raba dan merasakan proses yang dipertunjukkan oleh guru tersebut.
C.Kelebihan dan Kekurangan Metode Demonstrasi
  1.Kelebihan Metode Pembelajaran Demokrasi
    a.Perhatian siswa dapat dipusatkan kepada hal-hal yang dianggap penting oleh pengajar, sehingga siswa dapat menangkap hal-hal yang penting. Perhatian siswa lebih mudah dipusatkan pada proses belajar dan tidak tertuju pada hal lain.
    b.Dapat mengurangi kesalahan-kesalahan bila dibandingkan dengan hanya membaca atau mendengarkan keterangan guru karena siswa memperoleh persepsi yang jelas dari hasil pengamatannya.
    c.Bila siswa turut aktif melakukan demonstrasi, maka siswa akan memperoleh pengalaman praktek untuk mengembangkan kecakapan dan keterampilan.
    d.Beberapa masalah yang menimbulkan pertanyaan pada diri siswa akan dapat dijawab pada waktu mengamati proses demonstrasi.
    e.Penggunaan metode demonstrasi mampu mengurangi pengertian anak yang bersifat verbalistik
    f.Memberikan kesempatan siswa untuk berfikir secara cermat dan kritis.
    g.Penggunaan metode demonstrasi dapat memberikan pengalaman belajar bagi siswa mengenai langkah-langkah atau prosedur penguasaan suatu keterampilan tanggan atau keterampilan motorik tertentu
 2.Kelemahan Metode Demonstrasi
   Metode demontrasi, apabila diterapkan dalam pembelajaran, disamping terdapat sejumlah kebaikan, terdapat pula kelemahan-kelemahannya, antara lain:
   a.Kurang efisien waktu
   b.Memerlukan fasilitas yang tidak sedikit
   c.Bila guru kurang menguasai materi maka ia akan memberikan keterangan yang berbelit-belit yang sulit dipahami
   d.Demontrasi akan merupakan metode yang tidak wajar bila alat yang didemontrasikan tidak dapat diamati secara seksama oleh siswa. Misalnya: alatnya terlalu kecil, atau penjelasan tidak jelas.
   e.Tidak semua hal dapat didemontrasikan didalam kelas, misalnya alat yang sangat bessar atau yang jauh berada di kelas.
   f.Demontrasi menjadi kurang efektif bila tidak diikuti dengan sebuah aktifitas dimana siswa sendiri yang melakukan dan menjadikan aktivitas itu pengalaman yang berharga.
   g.Bila guru kurang dapat menggunakan alat-alat peraga yang dipakai maka akan menghambat jalannya pelajaran.
   h.Kadang-kadang tidak semua anak memperhatikan apa yang didemonstrasikan oleh guru.
D.Tahap-Tahap Penerapan Metode Demonstrasi
  Tahap-tahap dalam penerapan metode demonstrasi adalah:
  1.Perencanaan
    Dalam perencanaan hal-hal yang dilakukan ialah :
    a.Merumuskan tujuan yang baik dari sudut kecakapan atau kegiatan yang diharapkan dapat tercapai setelah metode demonstrasi berakhir.
    b.Menetapkan garis-garis besar langkah-langkah demonstrasi yang akan di laksanakan.
    c.Memperhitungkan waktu yang di butuhkan.
    d.Selama demonstrasi berlangsung guru harus intropeksi diri apakah :
    1)Keterangan-keterangan dapat di dengar dengan jelas oleh siswa
    2)Apakah semua media yang di gunakan telah di tempatkan pada posisi yang baik, hingga semua siswa dapat melihat semuanya dengan jelas
    3)Siswa membuat catatan-catatan yang dianggap perlu
e.Menetapkan rencana penilaian terhadap kemampuan anak didik
f.Melakukan uji coba demonstrasi
2.Pelaksanaan
  a.langkah pembukaan
    Sebelum demonstrasi dilakukan ada beberapa hal yang harus diperhatikan, di antaranya:
    1)Mengatur tempat duduk yang memungkinkan semua siswa dapat memperhatikan dengan jelas apa yang didemonstrasikan.
    2)Mengemukakan tujuan apa yang harus dicapai oleh siswa.
    3)Mengemukakan tugas-tugas apa yang harus dilakukan oleh siswa, misalnya siswa ditugaskan untuk mencatat hal-hal yang dianggap penting dari pelaksanaan demonstrasi.
  b.Langkah pelaksanaan demonstrasi.
    1)Memulai demonstrasi dengan kegiatan-kegiatan yang merangsang siswa untuk berpikir, misalnya melalui pertanyaanpertanyaan yang mengandung teka-teki sehingga mendorong siswa untuk tertarik memperhatikan demonstrasi.
    2)Menciptakan suasana yang menyejukkan dengan menghindari suasana yang menegangkan.
    3)Meyakinkan bahwa semua siswa mengikuti jalannya demonstrasi dengan memerhatikan reaksi seluruh siswa.
    4)Memberikan kesempatan kepada siswa untuk secara aktif memikirkan lebih lanjut sesuai dengan apa yang dilihat dari proses demonstrasi itu.
  c.Langkah mengakhiri demonstrasi
    Apabila demonstrasi selesai dilakukan, proses pembelajaran perlu diakhiri dengan memberikan tugas-tugas tertentu yang ada kaitannya dengan pelaksanaan demonstrasi dan proses pencapaian tujuan pembelajaran. Hal ini diperlukan untuk meyakinkan apakah siswa memahami proses demonstrasi itu atau tidak. Selain memberikan tugas yang relevan, ada baiknya guru dan siswa melakukan evaluasi bersama tentang jalannya proses demonstrasi itu untuk perbaikan selanjutnya.
BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
  1.Metode pembelajaran merupakan cara guru dalam menyampaikan materi pembelajaran di kelas, mulai dari mempersiapkan perangkat  pembelajaran, media dan alat bantu, sampai alat evaluasi yang mengarah pada upaya pencapaian tujuan pembelajaran
  2.Metode demonstrasi adalah cara penyajian dengan memeragakan suatu proses kejadian, yang memerlukan keterampilan guru secara khusus, sehingga memerlukan kesiapan dan perancanaan yang matang serta memerlukan waktu yang lama
  3.Setiap metode memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing, terkhusus pada metode demonstrasi yang dibahas di atas.
  4.Tahapan pelaksanaan metode demonstrasi meliputi suatu perencanaan dan pelaksanaan
B.Saran
  1.Dengan adanya makalah ini, diharapkan penulis maupun pembaca memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai metode pembelajaran demonstrasi
  2.Dengan adanya makalah ini, diharapkan dapat menjadi pemahaman dan dapat menjadi bahan acuan untuk tulisan-tulisan selanjutnya.
  3.Dengan adanya makalah ini, diharapkan dapat menjadi referensi bagi pembaca baik dalam permasalahan yang sama maupun tidak.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2011. Strategi Pembelajaran Metode Demonstrasi. http://laboratorium-um.sch.id/files/BAB%20XI%20STRATEGI%20PEMBELAJARAN%20MELALUI%20%20DEMONSTRASI%20.pdf. Diakses pada tanggal 17 Maret 2011

Budinugroho, Lugtyastyono. 2011. Pengaruh  Metode Belajar SQ3R dan Demonstrasi terhadap  Prestasi Belajar Biologi di SMU Berbudi Gantiwarno Klaten tahun Pelajaran 2003/2004. http://lugtyastyono60.wordpress.com/2011/02/08/metode-belajar-sq3r-dan-demonstrasi-terhadap-prestasi-belajar-biologi/. Diakses pada tanggal 18 Maret 2011

Nathanael, Mariano. 2008. Pelaksanaan Pembelajaran dengan Metoda Demonstrasi dan Eksperimen untuk Pelajaran Fisika di Tingkat Satuan Pendidikan SMA. http://www.scribd.com/doc/7592769/Penerapan-Metode-Demonstrasi-Dan-Eksperimen-Dalam-Mengajar-Di-Kelas-XII-IPA. Diakses pada tanggal 17 Maret 2011

Rustaman, Nuryani Y. 2003. Strategi Belajar Mengajar Biologi. Yogyakarta: JICA

Sanjaya, Wina. 2010. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Prenada Media Group

Yuanita, Eva. 2010. Model Pembelajaran Demonstrasi. http://rhum4hnd3soq.blogspot.com/2010/10/blog-post.html. Diakses pada tanggal 18 Maret 2011



Enzim yang berperan dalam Replikasi DNA

REPLIKASI DNA
Enzim apa yang berperan ?
a.Enzim polymerase
b.Enzim primase
c.Enzim ligase
d.Enzim helikase
Istilah apa yang terkait replikasi DNA?
a.Untai maju
b.Untai lamban
c.Fragmen okazaki
d.Garpu replikasi
e.Protein binding
MEKANISME  REPLIKASI :
1)Rantai double helix DNA dibuka oleh enzim helicase
2)Molekul protein tunggal menstabilkan untai-tunggal cetakan yang terbuka
3)Untai maju disintesis dengan arah 5’ - 3’ oleh DNA polymerase
4)Primase memulai sintesis primer RNA untuk fragmen okazaki
5)Dna polymerase III menyelesaikan sintesis fragmen keempat
6)Dna polymerase I menggantikan RNA Primer dengan DNa/nukleotida.
7)DNA ligase menyambungkan fragmen DNA 1 dengan DNA yang baru.

Program Tahunan sekolah

PROGRAM TAHUNAN

Nama Sekolah           : SMP Negeri 1 Mangarabombang
Mata Pelajaran : IPA
Kelas/ Semester : VIII/ I dan II
TahunAjaran : 2015/ 2016

A. PERHITUNGAN ALOKASI WAKTU TIAP SEMESTER
Semester  I
No Bulan Banyaknya Pekan Semester Ganjil Keterangan
Seluruhnya Tidak Efektif Efektif
1 Juli 5 4 1 Libur awal tahun ajaran dan ramadhan
2 Agustus 4 0 4
3 September 5 0 5
4 Oktober 4 1 3 Ulangan tengah semester
5 November 4 0 4
6 Desember 5 4 1 Pengelolaan Nilai / Libur Semester 1
Jumlah 27 9 18
Semester II
No Bulan Banyaknya Pekan Semester Genap Keterangan
Seluruhnya Tidak Efektif Efektif
1 Januari 4 0 4
2 Februari 4 0 4
3 Maret 5 2 3 Ujian Sekolah dan ulangan tengah semester
4 April 4 1 3 Ujian Nasioanal
5 Mei 4 0 4 Ujian Akhir Semester
6 Juni 5 3 2 Pengelolaan Nilai / Libur Semester 2
Jumlah 26 6 20

B. JUMLAH JAM / MINGGU : 5 jam
C. JUMLAH JAM TATAP MUKA
SEMESTER 1 = 5 x 18 = 90 JP
SEMESTER 2 = 5 x 20 = 100 JP
D.  RINCIAN PROGRAM


KOMPETENSI INTI:
K1 :   Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
K2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
K3 : Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,  kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
K4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan





SEMESTER MATERI POKOK KOMPETENSI DASAR ALOKASI WAKTU KET
I Gerak pada Mahluk Hidup dan Benda 3.1 Memahami gerak lurus, dan pengaruh gaya terhadap gerak berdasarkan Hukum Newton, serta penerapannya pada gerak makhluk hidup dan gerak benda dalam kehidupan sehari-hari. 15 JP
6 kali tatap muka
4.1.Melakukan penyelidikan tentang gerak, gerak pada makhluk hidup, dan percobaan tentang pengaruh gaya terhadap gerak.
Ulangan harian 2 JP
Remedial / pengayaan 3 JP
Rangka, Otot dan Prinsip Pesawat Sederhana
3.4 Mendeskripsikan struktur rangka dan otot manusia, serta fungsinya pada berbagai kondisi 13 JP 5 kali tatap muka
4.4 Menyajikan tulisan tentang upaya menjaga kesehatan rangka manusia dikaitkan dengan zat gizi makanan dan perilaku sehari-hari
3.5 Mendeskripsikan kegunaan pesawat sederhana dalam kehidupan sehari-hari dan hubungannya dengan kerja otot pada struktur rangka manusia.
4.5 Melakukan penyelidikan  tentang keuntungan mekanik pada pesawat sederhana
Ulangan harian 2 JP
Remedial / pengayaan 3 JP
Struktur dan
Fungsi Jeringan
Tumbuhan serta
Pemanfaatannya
dalam Teknologi
3.2. Menjelaskan keterkaitan struktur jaringan tumbuhan dan fungsinya, serta berbagai pemanfaatannya dalam teknologi yang terilhami oleh strukturtersebut. 13 JP 5 kali tatap muka
4.2 Melakukan pengamatan terhadap struktur jaringan tumbuhan, serta menghasilkan ide teknologi sederhana yang terilhami oleh struktur tersebut (misalnya desain bangunan
Ulangan tengah semester 3 JP
Sifat Bahan dan
Pemanfaatannya dalam Kehidupan Sehari-hari 3.3 Mendeskripsikan keterkaitan sifat bahan dan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari, serta pengaruh pemanfaatan bahan tertentu terhadap kesehatan manusia 8 JP 3 kali tatap muka
4.3 Melakukan penyelidikan tentang sifat-sifat bahan dan mengusulkan ide-ide pemanfaatan bahan berdasarkan sifatnya dalam kehidupan sehari-hari.
Ulangan harian 2 JP
Remedial / pengayaan 3 JP
Sistem Pencernaan Makanan 3.6 Mendeskripsikan sistem pencernaan serta keterkaitannya dengan sistem pernapasan, sistem peredaran darah, dan penggunaan energi makanan 8 JP 3 kali tatap muka
4.6 Melakukan penyelidikan tentang pencernaan mekanis dan enzimatis pada makanan
Ulangan harian 2 JP
Remedial / pengayaan 3 JP
Zat Aditif
dan Adiktif-Psikotropika

3.7 Mendeskripsikan zat aditif (alami dan buatan) dalam makanan dan minuman (segar dan dalam kemasan), dan zat adiktif-psikotropika 8 JP 3 kali tatap muka
4.7 Menyajikan data, informasi, dan mengusulkan ide pemecahan masalah untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan zat aditif dalam makanan dan minuman serta zat adiktif-psikotropika
Ujian Akhir Semester 3 JP
SEMESTER GANJIL 91 JP
2 Sistem Tranportasi Dan Respirasi
3.8 Memahami tekanan pada zat cair dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari untuk menjelaskan tekanan darah, difusi pada peristiwa
respirasi, dan tekanan osmosis 13 JP
5 kali tatap muka
4.8 Melakukan percobaan untuk menyelidiki tekanan cairan pada kedalaman tertentu, gaya apung, kapilaritas (menyelidiki transport cairan dalam batang tumbuhan) dan tekanan cairan pada ruang tertutup
Sistem
Ekskresi
3.9 Menjelaskan struktur dan fungsi sistem eksresi pada manusia dan penerapannya dalam menjaga kesehatan diri. 13 JP
5 kali tatap muka
4.9 Membuat peta pikiran (mapping mind) tentang struktur dan fungsi sistem eksresi pada manusia dan penerapanya dalam menjaga kesehatan diri.
Ulangan harian 2 JP
Remedial / pengayaan 3 JP
Indera Pendengaran dan Sistem Sonar 3.10 Memahami konsep getaran, gelombang, bunyi, dan pendengaran, serta penerapannya dalam sistem sonar pada hewan dan dalam kehidupan sehari-hari 13 JP
5 kali tatap muka
4.10 Melakukan pengamatan atau percobaan tentang getaran, gelombang, dan bunyi
Ulangan tengah semester 3 JP
Indera Penglihatan dan Alat Optik 3.11 Mendeskripsikan sifat-sifat cahaya, pembentukan bayangan, serta aplikasinya untuk menjelaskan penglihatan manusia, proses pembentukan bayangan pada mata serangga, dan prinsip kerja alat optik 15 JP
3 JP
4.11 Membuat laporan hasil penyelidikan tentang pembentukan bayangan pada cermin, lensa, dan alat optik
Sistem Tata Surya dan Kehidupan di bumi 3.12 Mendeskripsikan struktur bumi untuk menjelaskan fenomena gempa bumi dan gunung api, serta tindakan yang diperlukan untuk mengurangi resiko bencana
3.13 Mendeskripsikan karakteristik matahari, bumi, bulan, planet, benda angkasa lainnya dalam ukuran, struktur, gaya gravitasi, orbit, dan gerakannya, serta pengaruh radiasi matahari terhadap kehidupan di
bumi.
3.14 Mendeskripsikan gerakan bumi dan bulan terhadap matahari serta menjelaskan perubahan siang dan malam, peristiwa gerhana matahari dan gerhana bulan, perubahan musim serta dampaknya bagi kehidupan di bumi

4.12 Menyajikan laporan hasil pengamatan atau penelusuran informasi tentang karakteristik komponen tata surya
Ujian Akhir Semester 3 JP
Ulangan harian 5 JP
SEMESTER GENAP 100 JP


                    Takalar,   Oktober 2014

    Mengetahui    
  Kepala Sekolah    Guru Mata Pelajaran



          ..............................                   ..............................


Jenis Jenis Penelitian

JENIS JENIS PENELITIAN
A.Penelitian menurut tujuan
1.Penelitian Murni adalah penelitian yang dilakukan diarahkan sekedar untuk memahami masalah dalam organisasi secara mendalam (tanpa ingin menerapkan hasilnya). Penelitian dasar bertujuan untuk mengembangkan teori dan tidak memperhatikan kegunaan yang langsung bersifat praktis. Jadi penelitian murni/dasar berkenaan dengan penemuan dan pengembangan ilmu.
Contoh : Penelitian tentang gen, DNA, penelitian yang berhubungan dengan penemuan dan pengembangan ilmu
2.Penelitian Terapan adalah penelitian yang diarahkan untuk mendapatkan informasi yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah.
Contoh: Penelitian pendidikan yang berkaitan tentang bagaimana meningkatkan minat baca siswa, penelitian yang berkaitan dengan factor-faktor yang mempengaruhi motivasi siswa untuk belajar
B.Penelitian menurut metode
1.Penelitian Survei adalah Penelitian yang dilakukan pada popolasi besar maupun kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi tersebut, sehingga ditemukan kejadian-kejadian relatif, distribusi dan hubungan-hubungan antar variabel sosilogis maupun  psikologis
Contoh: Penelitian mengenai tingkat kesejahteraan masyarakat di pedesaan, penelitian mengenai kualitas tingkat pendidikan di pedesaan
2.Penelitian Ex.Post Facto yaitu penelitian yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi yang kemudian merunut ke belakang untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menimbulkan kejadian tersebut
Contoh: Penelitian mengenai menurunnya minat baca siswa, penelitian mengenai menurunnya hasil belajar siswa.
3.Penelitian Eksperimen yaitu suatu penelitian yang berusaha mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel yang lain dalam kondisi yang  terkontrol secara ketat. Variabel independennya dimanipulasi oleh peneliti.
Contoh: Penelitian mengenai pengaruh pupuk kompos terhadap kesuburan tanaman.
4.Penelitian Naturalistik, metode penelitian ini sering disebut dengan metode kualitatif, yaitu metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek alami (sebagai lawannya) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci.
5.Policy Research yaitu suatu proses penelitian yang dilakukan pada, atau analisis terhadap masalah-masalah sosial yang mendasar, sehingga temuannya dapat direkomendasikan kepada pembuat keputusan untuk bertinak secara praktis dalam menyelesaikan masalah.
Contoh: Penelitian mengenai kebijakan baru pemerintah mengenai Undang-undang pornografi
6.Action Research merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan metode kerja yang paling efisien, sehingga biaya produksi dapat ditekan dan produktifitas lembaga dapat meningkat.
Contoh: Penggunaan metode Jigsaw dalam meningkatkan hasil belajar siswa
7.Penelitian Evaluasi merupakan bagian dari proses pembuatan keputusan, yaitu untuk membandingkan suatu kejadian, kegiatan dan produk  dengan standar dan program yang telah ditetapkan.
Contoh: Penelitian mengenai kualitas guru setelah mengikuti program profesi
8.Penelitian Sejarah, berkenaan dengan analisis yang logis  terhadap kejadian-kejadian yang berlangsung di masa lalu. Sumber datanya bisa primer, yaitu orang yang terlibat langsung dalam kejadian itu, atau sumber-sumber dokumentasi yang berkenaan dengan kejadian itu.
Contoh: Penelitian mengenai rusaknya candi sewu di Prambanan
C.Penelitian menurut tingkat eksplanasi
1.Penelitian Deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih (independen) tanpa membuat perbandingan, atau penghubungan dengan variabel yang lain.
Contoh: Penelitian mengenai penggunaan teknologi computer di beberapa SD di pedesaan
2.Penelitian Komparatif adalah suatu penelitian yang bersifat membandingkan. Variabelnya masih sama dengan penelitian varabel mandiri tetapi untuk sample yang lebih dari satu, atau dalam waktu yang berbeda.
Contoh: Penelitian mengenai kualitas air tanah di pedesaan dibandingkan di perkotaan.
3.Penelitian Assosiatif merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variable atau lebih. Dengan penelitian ini maka akan dapat dibangun suatu teori yang dapat berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan dan mengontrol suatu gejala.
Contoh: Penelitian mengenai hubungan kelengkapan media pembelajaran dengan motivasi belajar siswa
D.Penelitian menurut Jenis dfan Analisisnya
1.Penelitian Kuantitatif
Contoh: Penelitian mengenai pengaruh metode Snowball terhadap prestasi belajar siswa.
2.Penelitian Kualitatif
Contoh: Penelitian mengenai asal usul nama suatu daerah
3.Penelitian Gabungan
Contoh: Penelitian tentang data yang dikumpulkan dan dinyatakan dalam bentuk angka-angka, juga berupa data kualitatif sebagai pendukungnya,  seperti kata-kata atau kalimat yang tersusun dalam angket, kalimat hasil konsultasi atau wawancara antara peneliti dan informan
E.Penelitian menurut Bidang yang diteliti
1.Penelitian Sosial, secara khusus meneliti bidang sosial: ekonomi, pendidikan, hukum, dsb.
2.Penelitian Eksakta, secara khusus meneliti bidang eksakta: Kimia, Fisika, Teknik, dsb.

Friday, 5 December 2014

Perkembangan Embrio Ayam Umur 24, 48 dan 72 jam

PERKEMBANGAN EMBRIO AYAM
1.      Umur 24 Jam

Perhatikan bahwa dalam 24 jam ayam, simpul Hensen berlokasi lanjut caudal dan streak primitif hadir hanya pada ujung posterior embrio. Sebagai simpul Hensen itu bergerak kea rah posterior, organ-organ yang menentukan sumbu embrio terbentuk anterior untuk itu. Sebagai retret node, pelat saraf, didasari oleh notochord, berkembang di depannya. Dengan demikian, neurulation dan organ pembentukan berlangsung di urutan craniocaudal.
Perkembangan yang paling jelas dalam 24 jam ayam adalah lipatan saraf, yang thickenings ectodermal berasal dari lempeng saraf datar. Depresi medial berbatasan dengan lipatan saraf adalah alur saraf (ini akan terlihat di penampang). Ketika lipatan saraf mulai sekering bagian punggung, mereka membentuk tabung saraf. Bentuk tabung saraf pada otak cranially dan dorsal rongga saraf tabung caudally. Notochord adalah tengkorak terlihat simpul Hensen dan antara lipatan saraf. Pada embrio, notochord berfungsi sebagai kaku, batang seperti struktur pendukung.
Catatan bahwa ini adalah tahap pertama yang telah diperiksa di mana somit yang hadir. Somit adalah blok mesoderm yang muncul di kedua sisi notochord. Somit akan menimbulkan sejumlah struktur, termasuk otot rangka, tulang dan dermis kulit. Mereka pertama kali muncul menjelang akhir anterior embrio, dan kemudian semakin jauh posterior. The somite pertama kali muncul sekitar 21 jam, dan somit tambahan muncul di tingkat sekitar satu per jam. Embrio kadang-kadang digambarkan dengan jumlah somit, bukan jumlah jam inkubasi. Berapa banyak somit Anda dapat mengandalkan embrio ini?

Perhatikan bahwa pulau-pulau darah (terlihat tetapi tidak berlabel) terbentuk di seluruh opaca daerah. Pulau darah terdiri dari akumulasi berbentuk tidak teratur dari sel mesodermal. Pulau-pulau darah akan membentuk pembuluh darah dan sel-sel darah primitif. Pada tahap selanjutnya mereka dapat dilihat sekering bersama untuk membentuk pembuluh darah

2.     
Umur 48 Jam

Pada gambar pembesaran rendah, perhatikan bahwa spesimen ini terlihat berbeda dari embrio sebelumnya karena embrio telah berubah sehingga bagian anterior berbaring pada sisi kiri (torsi). Oleh karena itu struktur anterior terlihat pada tampilan lateral, dan posterior masih dilihat dari atas. Selain itu, otak membungkuk, membentuk fleksura tengkorak.
Menggunakan tampilan perbesaran pertengahan untuk mengidentifikasi struktur berikut: otak, cangkir optik (dibentuk oleh invaginasi dari vesikel optik), vesikel lensa (dibentuk oleh penebalan dan invaginasi ektoderm melapisi vesikel optik pada tahap 33 jam), vesikel pendengaran, notochord (terbaik dilihat dalam gambar ini terletak di antara cangkir optik dan otak tengah), jantung, dan somit (20-28 pasang).













3.      Umur 72 jam


Perhatikan peningkatan besar dalam ukuran kepala dan otak. Para tunas anggota tubuh telah mulai terbentuk, tetapi masih mungkin sulit untuk melihat pada tahap ini. Anda harus dapat menemukan ekor, dipasangkan sayap dan kaki tunas, dan kantung seperti allantois, selain struktur dijelaskan untuk 48 jam cewek. Allantois yang berbeda dari kuning telur, amnion, chorion dan dalam hal itu berkembang sebagai perpanjangan dari embrio itu sendiri. Ini berfungsi sebagai "paru-paru embrio" menyediakan mekanisme untuk pertukaran gas pernapasan antara udara luar dan sel darah merah janin. Ada juga peningkatan somit; berapa banyak pasangan yang Anda harapkan untuk melihat sekarang?
Sistem peredaran darah dikembangkan dengan baik dan darah beredar antara kuning telur dan tubuh embrio dalam urutan berikut: vena vitelline ke sinus venosus ke atrium ventrikel ke aorta untuk vitelline arteri pleksus pembuluh darah vitelline untuk vitelline vena.













Rujukan

Wednesday, 19 November 2014

Campbell Edisi Ke-10

Pengaruh Tanah terhadap Distribusi Tumbuhan